Home Berita Maknai HUT ke-81 RI, Respati Ingatkan Kemerdekaan Tak Didapat Cuma-Cuma dan Pelayanan...

Maknai HUT ke-81 RI, Respati Ingatkan Kemerdekaan Tak Didapat Cuma-Cuma dan Pelayanan Publik Perlu Dibenahi

76
0

LINGKARSOLO, SURAKARTA – Wali Kota Surakarta Respati Ardi mengingatkan masyarakat bahwa kemerdekaan Indonesia tidak diperoleh secara cuma-cuma. Semangat perjuangan para pendahulu perlu diteruskan melalui kerja nyata, termasuk dengan terus memperbaiki pelayanan kepada masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Respati setelah menjadi Inspektur Upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Stadion Sriwedari, Solo, Senin (17/8/2026).

Menurut Respati, peringatan kemerdekaan seharusnya tidak berhenti pada seremoni. Momentum tersebut dapat digunakan untuk melakukan refleksi mengenai berbagai hal yang masih perlu dibenahi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, termasuk pelayanan publik.

Ia mengatakan generasi penerus perlu memahami bagaimana kemerdekaan Indonesia diperjuangkan. Kemerdekaan yang dirasakan masyarakat saat ini merupakan hasil perjuangan dan pengorbanan para pendahulu yang disertai persatuan serta keyakinan untuk menentukan masa depan bangsa sendiri.

“Bahwa kemerdekaan ini tidak didapatkan dengan hanya cuma-cuma,” kata Respati saat ditemui setelah upacara.

Karena itu, menurutnya, semangat kemerdekaan perlu diterjemahkan dalam tindakan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Salah satunya dengan memastikan pelayanan publik terus dievaluasi dan diperbaiki.

Respati menilai pelayanan kepada masyarakat membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Pemerintah tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan masyarakat maupun berbagai elemen lainnya.

“Saya rasa dalam hari kemerdekaan ini kita perlu merefleksikan diri. Apa saja yang perlu kita benahi dalam pelayanan masyarakat, bagaimana keterlibatan seluruh pihak, dan tentang memperjuangkan arti kemerdekaan,” ujarnya.

Refleksi tersebut juga berkaitan dengan tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini. Perubahan teknologi yang berlangsung cepat membuat pemerintah dan masyarakat harus mampu beradaptasi.

Perkembangan kecerdasan buatan, otomatisasi hingga bioteknologi telah membawa perubahan dalam kehidupan sehari-hari. Kondisi itu membuat generasi muda perlu mendapatkan ruang lebih besar untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan.

Respati mendorong pemuda berani menyampaikan gagasan dan menghasilkan inovasi. Kemampuan di bidang sains, teknologi, engineering dan matematika dinilai dapat menjadi modal penting untuk menjawab kebutuhan bangsa.

“Jangan pernah ragu untuk bersuara, jangan pernah takut untuk berinovasi. Sains, teknologi, engineering dan matematik yang sudah dikuasai begitu dalam oleh pemuda dapat sangat berguna bagi bangsa dan negara Indonesia. Ruang itu kini harus kita buka lebar-lebar,” tegasnya.

Menurut Respati, memberikan ruang kepada generasi muda juga merupakan bagian dari upaya mempersiapkan masa depan Indonesia. Semangat perjuangan para pendahulu harus dilanjutkan melalui kontribusi nyata sesuai tantangan zaman.

Ia berharap peringatan HUT ke-81 RI menjadi momentum untuk memperkuat keterlibatan seluruh elemen masyarakat, meningkatkan kualitas pelayanan publik, sekaligus memberi kesempatan kepada generasi muda untuk ikut menentukan arah pembangunan.

Dengan demikian, makna kemerdekaan tidak hanya terlihat dari perayaan setiap 17 Agustus, tetapi juga dari bagaimana seluruh pihak mengisi kemerdekaan melalui kerja, pelayanan dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

 

Redaktur : Silvia Agnes

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here