LINGKARSOLO, SURAKARTA – Wali Kota Surakarta Respati Ardi mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpecah akibat informasi yang beredar di dunia maya. Ia meminta warga lebih cermat menerima informasi dan tidak langsung mempercayai kabar yang berpotensi memicu pertikaian.
Pesan tersebut disampaikan Respati seusai upacara pengibaran bendera peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Stadion Sriwedari, Solo, Senin (17/8/2026).
Menurut Respati, perkembangan teknologi digital memang memberikan banyak kemudahan. Namun, derasnya informasi juga membawa tantangan apabila masyarakat tidak memiliki kemampuan untuk menyaring dan memeriksa kebenaran sebuah informasi.
Ia menilai persatuan yang telah dibangun sejak perjuangan kemerdekaan harus tetap dijaga di tengah perubahan pola komunikasi masyarakat. Jangan sampai perbedaan pendapat di media sosial berkembang menjadi pertikaian di kehidupan nyata.
Respati kemudian mengajak masyarakat membiasakan diri melakukan tabayun atau memeriksa informasi sebelum mempercayai dan menyebarkannya. Interaksi langsung dengan lingkungan sekitar juga dinilai penting untuk menjaga hubungan antarmasyarakat.
“Jangan sampai terpecah belah adu domba hanya karena dunia maya. Sering-seringlah bertabayun, sering-seringlah bersosialisasi, sering-seringlah berkawan di kehidupan nyata,” ujar Respati.
Ia mengatakan komunikasi secara langsung dapat membantu masyarakat melihat persoalan secara lebih utuh. Hubungan sosial yang terjalin dengan baik juga dapat mengurangi potensi munculnya fitnah maupun kesalahpahaman yang bermula dari informasi di media sosial.
Pesan tersebut menjadi bagian dari refleksi Respati dalam memaknai kemerdekaan. Menurutnya, generasi penerus harus memahami bahwa Indonesia meraih kemerdekaan melalui perjuangan, pengorbanan dan persatuan.
Di tengah kemajuan teknologi, tantangan yang dihadapi generasi sekarang memang berbeda. Kecerdasan buatan, otomatisasi dan perkembangan teknologi digital terus mengubah kehidupan masyarakat.
Karena itu, Respati menilai kemampuan literasi digital perlu berjalan beriringan dengan semangat persatuan. Generasi muda didorong tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya untuk menghasilkan inovasi dan karya yang bermanfaat.
“Pada momen peringatan kemerdekaan ini, marilah kita jadikan semangat persatuan para pendiri bangsa sebagai pengingat benteng pertahanan bangsa. Kita harus cerdas dalam berliterasi, tangguh melawan provokasi di ruang digital,” katanya.
Respati juga mengajak masyarakat memperkuat gotong royong antargenerasi. Menurutnya, persatuan harus menjadi kekuatan bersama untuk menghadapi berbagai tantangan, termasuk potensi perpecahan yang muncul melalui ruang digital.
Ia berharap masyarakat tidak menjadikan media sosial sebagai satu-satunya ruang untuk berinteraksi. Pertemuan dan komunikasi secara langsung tetap diperlukan agar hubungan sosial tidak mudah rusak hanya karena perbedaan informasi maupun pandangan di dunia maya.
Dengan semangat kemerdekaan, Respati mengajak warga Solo menjaga kebhinekaan, menghormati perbedaan dan tidak mudah terprovokasi. Menurutnya, kemajuan teknologi harus dimanfaatkan untuk memperkuat hubungan dan menghasilkan hal positif, bukan menjadi pemicu perpecahan.
Redaktur : Silvia Agnes









