LINGKARSOLO, SURAKARTA – Kota Surakarta mulai menyiapkan langkah menuju konsep Solo Wellness City. Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kota Surakarta menggelar Forum Koordinasi dan Diskusi Stakeholder Wellness Tourism, Rabu (26/8/2026), di Red Chili Hotel Solo.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta, Maretha Dinar Cahyono, mengatakan pengembangan wisata kebugaran perlu dipersiapkan sejak sekarang. Pemerintah Kota Solo menargetkan konsep tersebut dapat berkembang hingga 2030.
“Walikota ingin menjadikan Solo sebagai Solo Wellness City, sehingga penting untuk mulai start dari sekarang untuk membentuknya. Saat ini banyak kegiatan dan aktivitas yang diselenggarakan dalam rangka terus menggaungkan Solo Wellness City,” ujar Maretha.
Menurutnya, pengembangan tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Road map Wellness Tourism ditargetkan diluncurkan pada 2027, kemudian mulai diterapkan pada 2028. Setelah berjalan, evaluasi dan penyempurnaan akan dilakukan secara bertahap, sehingga diharapkan di tahun 2030, Road Map Wellness Tourism bisa menjadi unggulan di Kota Solo.
Wakil Ketua BPPD Solo, Retno Wulandari menjelaskan, karakter wisatawan juga menjadi pertimbangan dalam pengembangan wisata wellness. Generasi muda cenderung mencari pengalaman petualangan dan budaya, sedangkan wisatawan berusia lebih tua lebih banyak mempertimbangkan aspek kesehatan.
“Wellness tourism itu bagaimana kita memperoleh hidup yang berkualitas. Mengkolaborasikan kegiatan untuk bisa menarik semua generasi ke dalamnya penting untuk dilakukan. Ide ide dan pengembangan perlu untuk dibahas,” katanya.
Anggota BPPD Solo, Anas menambahkan, konsep tersebut dapat menggabungkan berbagai potensi lokal. Mulai dari minyak esensial, jamu, memanah, yoga, budaya hingga layanan kesehatan.
Menurutnya, konektivitas antarpelaku menjadi kunci agar program tersebut tidak berjalan sendiri-sendiri. Pemerintah juga dinilai perlu memberikan fasilitasi untuk memperkuat sinergi antarstakeholder.
Redaktur : Silvia Agnes









