Home Berita Solo Sambut Ramadan dengan Festival Cahaya dan Kampung UMKM, Kawasan Balaikota Makin...

Solo Sambut Ramadan dengan Festival Cahaya dan Kampung UMKM, Kawasan Balaikota Makin Semarak

145
0

lingkarsolo.com – Kilau lampu dan semangat kebersamaan mengawali Ramadan di Kota Solo. Dari kawasan Balaikota, suasana meriah langsung terasa saat rangkaian Gebyar Ramadan 2026 resmi dimulai.

Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, membuka kegiatan tersebut di Pendapi Balaikota, Kamis (19/2). Peresmian ini menjadi tanda dimulainya berbagai program Ramadan yang akan dipusatkan di area Balaikota hingga Pasar Gede.

Pada hari pertama bulan suci, Pemerintah Kota Surakarta menghadirkan Ramadan Light Festival dan Kampung Ramadan. Dua agenda ini dirancang sebagai wadah kreativitas masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya bagi pelaku usaha kecil dan menengah. Kawasan Balaikota tampil berbeda dengan hiasan tematik yang menjadi kelanjutan suasana perayaan sebelumnya, mulai dari Imlek hingga Ramadan. Ornamen yang terpasang di sepanjang Balaikota dan Pasar Gede menciptakan atmosfer semarak dengan pesan kebersamaan dan toleransi.

Astrid menjelaskan, selama Ramadan akan banyak kegiatan yang digelar untuk menyemarakkan kota. Pihaknya menyebut pembukaan festival lampu dan Kampung Ramadan menjadi langkah awal dari rangkaian aktivitas tersebut. Pemerintah juga memberi kesempatan luas bagi UMKM untuk membuka lapak dan menjajakan produknya di lokasi yang telah disiapkan.

Selain itu, penataan pedagang takjil menjadi perhatian khusus. Konsepnya dibuat lebih terpusat agar tidak tersebar di berbagai titik jalan. Dengan pengaturan ini, diharapkan kawasan tetap tertib, pembeli merasa nyaman, dan arus lalu lintas tidak terganggu.

Arahan dari Wali Kota Surakarta sebelumnya juga menekankan pentingnya memanfaatkan aset milik pemerintah di tingkat kelurahan dan kecamatan. Fasilitas tersebut didorong untuk digunakan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat selama Ramadan.

Pemkot berharap Gebyar Ramadan tahun ini tak hanya dinikmati warga Solo, tetapi juga menarik minat pendatang. Kota Solo yang dikenal sebagai salah satu tujuan mudik terbesar dinilai memiliki peluang besar menghadirkan agenda religi yang berdampak pada sektor wisata.

Melalui Gebyar Ramadan 2026, Pemerintah Kota Surakarta berupaya menciptakan suasana bulan suci yang religius, kreatif, dan produktif, sekaligus memperkuat peran UMKM serta meningkatkan daya tarik kota sebagai destinasi budaya dan wisata.

 

Redaktur : Silvia Agnes

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here