Home Berita Respati Kebut Optimalisasi Rumah Siap Kerja 2026, Seleksi Peserta Bakal Diperketat

Respati Kebut Optimalisasi Rumah Siap Kerja 2026, Seleksi Peserta Bakal Diperketat

103
0

lingkarsolo.com – Program Rumah Siap Kerja (RSK) terus dievaluasi Pemerintah Kota Surakarta agar manfaatnya semakin terasa bagi masyarakat. Melalui program ini, pemerintah ingin memastikan para pencari kerja mendapatkan pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha sehingga peluang kerja terbuka lebih luas.

Evaluasi tersebut digelar di Kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Surakarta, Rabu (25/2/2026). Hadir dalam kegiatan itu Wali Kota Solo, Respati Ardi, Ketua Komisi IV DPRD Kota Surakarta Sugeng Riyanto, Kepala Disnaker Surakarta Pramutady Sukoco, serta jajaran staf terkait.

Dalam kesempatan itu, Respati menargetkan pada 2026 penyerapan dan penyaluran tenaga kerja melalui RSK bisa berjalan lebih optimal. Ia menilai program ini harus menjadi jembatan yang efektif antara pencari kerja dan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja terampil.

Menurutnya, masih ada sejumlah hal yang perlu diperbaiki, terutama soal kecocokan antara kompetensi peserta dengan kebutuhan industri. Ia ingin agar setelah mengikuti pelatihan, peserta benar-benar terserap ke dunia kerja, bukan sekadar memperoleh sertifikat.

Selain persoalan teknis, Respati juga menyoroti kendala non-teknis yang terjadi di lapangan. Ia menyebut masih ada peserta yang berhenti di tengah proses pelatihan. Kurangnya konsistensi dan komitmen dinilai menjadi tantangan tersendiri dalam pelaksanaan program tersebut.

Untuk mengatasi hal itu, Pemkot Surakarta berencana memperketat proses rekrutmen. Salah satu langkah yang akan diterapkan adalah pemberian tes singkat pada awal pendaftaran. Tes ini bertujuan menyaring calon peserta yang benar-benar siap dan serius mengikuti pelatihan hingga selesai.

Respati juga mendorong Disnaker agar lebih aktif melakukan sosialisasi dan perekrutan peserta. Ia berharap semakin banyak masyarakat, khususnya generasi muda, yang memanfaatkan program ini untuk meningkatkan keterampilan sebelum masuk ke dunia kerja. Dengan meningkatnya kompetensi, diharapkan angka pengangguran dan kemiskinan di Kota Bengawan dapat ditekan.

Sementara itu, Kepala Disnaker Surakarta, Pramutady Sukoco, menyampaikan pihaknya akan melakukan pendataan berbasis kewilayahan untuk mengetahui minat dan bakat calon peserta. Dari data tersebut, Disnaker dapat menentukan jenis pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.

Melalui langkah tersebut, pelatihan yang diberikan di Rumah Siap Kerja diharapkan lebih tepat sasaran. Program ini pun ditargetkan menjadi salah satu instrumen utama pemerintah kota dalam memperkuat kualitas tenaga kerja lokal sekaligus membantu masyarakat memperoleh pekerjaan yang lebih layak.

Redaktur : Silvia Agnes

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here