Home Berita Yayasan Lentera Solo Asuh 37 Anak dengan HIV/AIDS, Berawal dari Bayi yang...

Yayasan Lentera Solo Asuh 37 Anak dengan HIV/AIDS, Berawal dari Bayi yang Tak Diinginkan

115
0

LINGKARSOLO, SURAKARTA – Yayasan Lentera Solo Asuh 37 Anak dengan HIV/AIDS. Kepedulian terhadap bayi yang terinfeksi HIV/AIDS menjadi awal berdirinya Yayasan Lentera Solo. Pendiri sekaligus pengasuh yayasan tersebut, Puger Mulyono, mengisahkan perjalanan berdirinya lembaga sosial itu saat ditemui di Pajang, Solo, Senin (2/3/2026) malam.

Puger menjelaskan, pendirian yayasan dilatarbelakangi rasa iba terhadap seorang bayi dengan HIV/AIDS yang tidak ada pihak bersedia merawatnya di salah satu rumah sakit di Kota Solo. Melihat kondisi tersebut, ia memutuskan untuk mengambil tanggung jawab merawat bayi itu secara pribadi.

“Waktu itu tidak ada yang mau mengasuh. Akhirnya saya berinisiatif merawatnya,” ujarnya.

Setelah sekitar satu tahun menjalani proses pengasuhan, Puger kemudian mendirikan Yayasan Lentera Solo sebagai wadah resmi untuk merawat dan mendampingi anak-anak dengan HIV/AIDS yang membutuhkan perlindungan.

Seiring berjalannya waktu, jumlah anak yang diasuh terus bertambah. Tidak hanya berasal dari Solo, anak-anak tersebut datang dari berbagai daerah di Indonesia. Puger menyebutkan, sejak akhir November 2012, yayasan mulai menerima lebih banyak anak dan sebagian di antaranya kini telah tumbuh remaja. Bahkan anak yang diasuhnya pertama kali, saat ini sudah menempuh pendidikan di tingkat SMP.

Saat ini, total terdapat 37 anak yang diasuh, mulai dari usia balita hingga tingkat SMK. Yayasan memastikan seluruh anak mendapatkan akses pendidikan formal sesuai jenjang masing-masing. Mereka bersekolah di luar lingkungan yayasan, baik di tingkat SD, SMP, SMK, hingga perguruan tinggi.

Dalam hal pembiayaan, yayasan mengandalkan dana mandiri serta dukungan dari para donatur. Bantuan tersebut digunakan untuk kebutuhan pendidikan, kesehatan, serta operasional sehari-hari anak-anak.

Puger menegaskan, tujuan utama pendirian yayasan adalah memberikan kesempatan hidup dan masa depan yang layak bagi anak-anak dengan HIV/AIDS. Ia berharap masyarakat semakin terbuka dan tidak lagi memberikan stigma terhadap anak-anak dengan kondisi tersebut.

 

Oleh : Widodo

Redaktur : Silvia Agnes

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here