Home Berita Kirab Malem Selikuran Keraton Surakarta Meriah, Seribu Tumpeng Dibagikan ke Warga

Kirab Malem Selikuran Keraton Surakarta Meriah, Seribu Tumpeng Dibagikan ke Warga

155
0

LINGKARSOLO, SURAKARTA – Tradisi tahunan Malem Selikuran kembali digelar oleh Karaton Surakarta Hadiningrat pada Senin malam, 9 Maret 2026. Ribuan masyarakat memadati kawasan keraton untuk menyaksikan kirab budaya yang menjadi bagian dari rangkaian tradisi menyambut datangnya malam Lailatul Qadar di bulan Ramadan.

Kegiatan bertajuk Hajad Dalem Kirab Malem Selikuran tersebut dimulai sekitar pukul 20.00 WIB dengan rute dari kompleks keraton menuju Taman Sriwedari. Sepanjang perjalanan kirab, masyarakat terlihat antusias menyaksikan iring-iringan yang membawa berbagai simbol tradisi khas Jawa.

Malem Selikuran merupakan tradisi masyarakat Jawa di wilayah Surakarta yang dilaksanakan pada malam ke-21 Ramadan. Tradisi ini menjadi bentuk ungkapan rasa syukur sekaligus doa agar masyarakat memperoleh keberkahan pada malam yang diyakini lebih baik dari seribu bulan.

Dalam kirab tersebut dibawa “tumpeng sewu”, yakni seribu tumpeng kecil yang nantinya dibagikan kepada masyarakat. Tumpeng-tumpeng tersebut disusun rapi dan diarak bersama peserta kirab sebagai simbol rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat yang diberikan kepada umat manusia.

Selain tumpeng, kirab juga dihiasi dengan obor, lampu ting, serta lampion yang menerangi perjalanan rombongan. Cahaya penerangan ini memiliki makna simbolis sebagai bentuk penerang jalan, selaras dengan kisah para sahabat Nabi Muhammad SAW yang membawa cahaya untuk menyambut beliau setelah menerima wahyu Al-Qur’an.

Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, turut hadir menyaksikan kirab tersebut. Pihaknya mengaku senang dapat kembali mengikuti tradisi Malem Selikuran yang masih terjaga hingga saat ini.

Menurut Respati, kehadiran tradisi ini menunjukkan bahwa masyarakat Solo masih memiliki kepedulian tinggi terhadap pelestarian budaya. Ia menyebut pemerintah kota terbuka bagi siapa saja yang ingin menggelar kegiatan, khususnya yang berkaitan dengan upaya menjaga tradisi dan budaya daerah.

“Ini tahun kedua saya hadir. Kami senang masih ada pihak yang terus menguri-uri budaya. Pemerintah Kota Surakarta terbuka bagi siapa saja, karena ini tanahnya warga Solo. Masyarakat bisa beraktivitas di sini, terutama jika berkaitan dengan budaya,” ujarnya.

Walikota Solo menilai kegiatan budaya seperti Malem Selikuran berpotensi memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat, terutama dari sektor pariwisata dan kegiatan usaha kecil di sekitar lokasi acara.

Respati turut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kirab dengan tertib dan lancar. Menanggapi dinamika yang terjadi di internal keraton, ia menegaskan Pemerintah Kota Surakarta tetap berkomitmen memfasilitasi berbagai kegiatan budaya yang bertujuan menjaga dan merawat warisan tradisi di Kota Solo.

Redaktur : Silvia Agnes

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here