LINGKARSOLO, SURAKARTA – Pemerintah Kota Surakarta mulai menyiapkan rencana pembangunan untuk tahun 2026 dengan menitikberatkan perhatian pada penguatan infrastruktur publik. Berbagai program peningkatan dan perbaikan fasilitas umum direncanakan tetap berjalan sebagai upaya menghadirkan pelayanan yang lebih baik sekaligus meningkatkan kenyamanan masyarakat dalam beraktivitas di kota.
Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, menyampaikan bahwa pemerintah kota telah menyusun arah pembangunan yang lebih terencana untuk tahun mendatang. Menurutnya, pembangunan fasilitas publik menjadi bagian penting dalam mendukung kualitas hidup masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa berbagai program pembangunan akan terus dilanjutkan di sejumlah titik kota. Pemerintah akan mengalokasikan anggaran untuk memperbaiki dan membangun sarana publik yang selama ini digunakan masyarakat.
Beberapa fasilitas yang menjadi perhatian antara lain taman cerdas, perbaikan jalan lingkungan, serta pembangunan ruang publik yang ramah bagi penyandang disabilitas. Pemerintah berharap keberadaan fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan oleh seluruh lapisan masyarakat.
“Pada tahun 2026 kami ingin memastikan fasilitas umum di Kota Solo terus berkembang dan semakin berkualitas. Mulai dari taman cerdas, jalan lingkungan, hingga ruang publik yang ramah bagi penyandang disabilitas akan terus kami tingkatkan,” ujar Respati.
Ia menambahkan bahwa pemerintah ingin memastikan setiap sudut kota memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat. Oleh karena itu, pembangunan infrastruktur akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Rencana pembangunan tersebut merupakan kelanjutan dari berbagai program yang telah dilaksanakan Pemerintah Kota Surakarta sepanjang tahun 2025. Sejumlah proyek infrastruktur telah berhasil diselesaikan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Salah satu program yang dijalankan adalah penambahan jaringan sambungan rumah untuk layanan air minum dan pengelolaan air limbah. Dalam program tersebut, tercatat sebanyak 349 sambungan rumah untuk air minum dan 261 sambungan rumah untuk jaringan air limbah berhasil dibangun.
Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas sanitasi masyarakat sekaligus mendukung program penanganan stunting. Dengan adanya jaringan tersebut, diharapkan akses masyarakat terhadap air bersih dan pengelolaan limbah menjadi lebih baik.
Selain itu, pembangunan infrastruktur juga dilakukan melalui proyek saluran drainase di kawasan Tohipan. Pemerintah membangun saluran drainase sepanjang 1.978 meter untuk membantu memperlancar aliran air dan mengurangi potensi genangan saat musim hujan.
Perbaikan juga dilakukan pada talud di beberapa titik kota dengan total panjang sekitar 469,35 meter. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat struktur penahan tanah serta menjaga keamanan lingkungan di wilayah sekitar.
Tak hanya itu, pemerintah kota juga melakukan rekonstruksi pada beberapa ruas jalan yang mengalami kerusakan. Perbaikan jalan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kelancaran mobilitas masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Respati Ardi juga menyinggung pentingnya peran masyarakat dalam pembangunan kota. Ia mengapresiasi warga yang aktif memberikan masukan, laporan, maupun kritik melalui media sosial dan berbagai kanal digital pemerintah.
Menutup refleksi pembangunan tersebut, Wali Kota Respati Ardi bersama Wakil Wali Kota Astrid Widayani menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Surakarta atas dukungan yang terus diberikan. Mereka menilai kritik dan saran dari warga menjadi energi penting bagi pemerintah untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas pembangunan kota.
Redaktur : Silvia Agnes








