Home Berita Di Forum Nasional, Respati Paparkan Strategi Solo Tekan Pengangguran Lewat Technopark

Di Forum Nasional, Respati Paparkan Strategi Solo Tekan Pengangguran Lewat Technopark

97
0

lingkarsolo.com – Wali Kota Surakarta, Respati Achmad Ardianto, menghadiri sekaligus menyampaikan pidato kunci dalam Rilis Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) 2025 yang digelar di Auditorium Sumitro Djojohadikusumo, Gedung BJ Habibie Lantai 3, Jakarta Pusat, Senin (24/2/2026). Kegiatan ini diikuti secara luring dan hybrid oleh perwakilan pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta para pemangku kepentingan pembangunan.

Rilis IDSD 2025 menjadi ajang penyampaian hasil pengukuran daya saing daerah secara terbuka dan berbasis data. Melalui forum ini, pemerintah pusat dan daerah dapat melihat posisi serta perkembangan daya saing masing-masing wilayah. Hasil tersebut diharapkan menjadi bahan evaluasi dan acuan dalam menyusun kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran.

Dalam kesempatan itu, Respati hadir sebagai salah satu kepala daerah dengan capaian tertinggi pada IDSD 2025. Kehadirannya dinilai sebagai bentuk apresiasi atas konsistensi Pemerintah Kota Surakarta dalam memperkuat fondasi dan ekosistem daya saing daerah.

Dalam pidato bertema “Penguatan Ekosistem Inovasi Daerah sebagai Akselerator Produktivitas”, Respati menegaskan pentingnya membangun ekosistem inovasi yang kuat. Menurutnya, inovasi harus memberi dampak nyata bagi masyarakat.

“Kita berkomitmen terhadap inovasi yang bertujuan untuk penyelesaian masalah. Tidak bertujuan dengan banyaknya aplikasi, tapi lebih kepada penyelesaian sebuah masalah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, fokus inovasi di Kota Surakarta diarahkan untuk menjawab persoalan mendasar, seperti kemiskinan dan pengangguran. Pemerintah Kota Solo, kata dia, tidak hanya mengejar jumlah program, tetapi memastikan setiap inovasi benar-benar menyentuh kebutuhan warga.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah mengoptimalkan peran technopark. Fasilitas tersebut ditunjuk untuk membantu menekan angka pengangguran di Kota Solo melalui konsep link and match antara dunia pendidikan, dunia kerja, dan industri.

“Tekhnopark ditunjuk untuk menekan angka pengangguran di Kota Solo. Link and match antara dunia kerja dan dunia industri,” kata Respati.

Melalui pelatihan yang disediakan, peserta diharapkan memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja. Program pelatihan ini diberikan secara gratis dan berlangsung dalam jangka waktu yang cukup panjang agar peserta benar-benar kompeten.

Namun, Respati mengakui masih ada tantangan yang dihadapi pemerintah. Tantangan tersebut bukan hanya pada penyediaan fasilitas, tetapi juga pada kemauan masyarakat untuk memanfaatkan peluang yang sudah tersedia.

“Tantangannya adalah kemauan dan sosialisasi kepada masyarakat. Kesadaran masyarakat untuk mau mengakses pelatihan yang diberikan oleh Pemerintah Solo, ini gratis, dalam jangka waktu pelatihan lama sehingga lebih kompeten. Namun sangat sulit,” ungkapnya.

Meski demikian, Pemkot Surakarta tetap berupaya memperkuat sosialisasi dan mendorong partisipasi warga. Respati berharap, dengan kolaborasi dan komitmen bersama, inovasi yang dibangun benar-benar mampu meningkatkan produktivitas dan memperkuat daya saing daerah.

 

Redaktur : Silvia Agnes

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here