LINGKARSOLO, JAKARTA – Tekanan memasuki usia 30 tahun menjadi tema utama dalam pertunjukan terbaru komika asal Ende, Nusa Tenggara Timur, Priska Baru Segu. Melalui special show bertajuk Pertigapuluhan, ia mengangkat keresahan tentang karier, relasi, dan arah hidup yang kerap muncul saat memasuki kepala tiga.
Pertunjukan ini dikemas dengan gaya komedi reflektif yang menjadi ciri khas Priska. Ia menyoroti perubahan cara pandang terhadap kehidupan, meningkatnya ekspektasi sosial, hingga kesadaran bahwa menjadi dewasa tidak selalu berarti merasa siap dalam segala hal.
“Usia 30 itu unik. Kita seperti dituntut sudah punya banyak jawaban. Padahal kenyataannya, masih banyak hal yang belum kita pahami. ‘Pertigapuluhan’ adalah cara saya berdamai dengan itu dan menertawakannya,” ujar Priska.
Judul “Pertigapuluhan” memadukan makna persembahan dan angka tiga puluh sebagai simbol usia. Melalui panggung tersebut, Priska menyampaikan pengalaman pribadinya secara jujur dan apa adanya. Materi yang dibawakan dekat dengan realitas keseharian, sehingga mudah dipahami penonton dari berbagai latar belakang.
Setelah sukses digelar di Jakarta dengan sambutan positif, tur “Pertigapuluhan” kini berlanjut ke sejumlah kota. Di Solo, pertunjukan dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 18 April 2026 pukul 19.00 WIB di Taman Budaya Jawa Tengah. Harga tiket ditetapkan sebesar Rp129.000 di luar pajak dan biaya layanan platform.
Selain Solo, pertunjukan ini juga akan hadir di Tangerang pada 11 April 2026, Yogyakarta pada 19 April 2026, serta Bandung pada 25 April 2026. Informasi lebih lanjut mengenai jadwal dan pembelian tiket dapat diakses melalui laman resmi penyelenggara dan media sosial promotor.
Priska Baru Segu dikenal sebagai komika dan aktris dengan pendekatan komedi personal. Sebelumnya, ia telah merilis dua special show, yakni “Gemini” pada 2022 dan “Imanjinasi” pada 2024.
Melalui “Pertigapuluhan”, Priska menghadirkan perspektif berbeda tentang usia 30 tahun. Ia menegaskan bahwa kegelisahan adalah bagian dari proses pendewasaan, dan sebagian di antaranya masih bisa disikapi dengan tawa bersama.
Redaktur : Silvia Agnes








