Home Berita Solo Bersinar di Gradhika! Kerja Bareng Jadi Kunci Raih Collaborative Award 2026

Solo Bersinar di Gradhika! Kerja Bareng Jadi Kunci Raih Collaborative Award 2026

114
0

lingkarsolo.com – Pemerintah Kota Surakarta kembali menorehkan prestasi di tingkat provinsi. Kota Bengawan masuk jajaran daerah terbaik dalam ajang Anugerah Collaborative Award 2026 yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Jumat (20/2/2026), di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang. Penghargaan tersebut diterima langsung Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, mewakili pemerintah kota.

Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas praktik kolaborasi pembangunan yang dinilai efektif antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, dan perguruan tinggi. Surakarta dinilai berhasil membangun sinergi lintas sektor dalam mendorong inovasi pelayanan publik dan penguatan ekonomi daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Astrid menyampaikan bahwa capaian ini menjadi dorongan bagi Pemerintah Kota Surakarta untuk terus memperluas ruang kerja sama strategis. Menurutnya, kolaborasi bukan sekadar kebersamaan dalam program, melainkan upaya menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Ajang penghargaan tersebut sekaligus menjadi refleksi satu tahun kepemimpinan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen periode 2025–2030. Dalam sambutannya, Ahmad Luthfi menekankan pentingnya pendekatan collaborative government di tengah kompleksitas persoalan pembangunan di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah.

Ia menyebut, keberhasilan pembangunan tidak dapat bergantung pada satu figur, melainkan membutuhkan kerja tim yang solid. Selama setahun terakhir, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menjalin kemitraan dengan 44 perguruan tinggi negeri dan swasta. Pada tahun 2026, jumlah itu bertambah dengan penandatanganan nota kesepahaman bersama 73 perguruan tinggi, serta rencana perluasan jejaring ke lebih dari seratus kampus lainnya.

Dalam kategori kabupaten/kota, selain Surakarta, penghargaan juga diberikan kepada Kabupaten Banyumas, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Pemalang, Kota Magelang, dan Kabupaten Magelang. Sementara pada kategori perguruan tinggi, sejumlah kampus menerima apresiasi atas kontribusi riset dan inovasi bagi pembangunan daerah.

Penilaian penghargaan dilakukan melalui tahapan administrasi, verifikasi lapangan, hingga presentasi program di hadapan tim juri independen. Aspek yang dinilai meliputi inovasi tata kelola pemerintahan berbasis kolaborasi, dampak program bagi masyarakat, serta keberlanjutan kemitraan.

Selain seremoni penghargaan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga memaparkan sejumlah capaian makro sepanjang 2025. Pertumbuhan ekonomi tercatat 5,37 persen, dengan tingkat kemiskinan menurun menjadi 9,39 persen dan tingkat pengangguran terbuka berada di kisaran 4,66 persen. Realisasi investasi mencapai Rp88,50 triliun dengan lebih dari 105 ribu proyek dan penyerapan tenaga kerja ratusan ribu orang.

Bagi Surakarta, penghargaan ini menjadi pengakuan atas upaya memperkuat sinergi antara pemerintah kota, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat. Pemerintah Kota Surakarta menegaskan komitmennya untuk menjaga kualitas kemitraan dan terus menghadirkan inovasi yang selaras dengan kebutuhan warga serta arah pembangunan daerah yang berkelanjutan.

 

Redaktur : Silvia Agnes

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here