Home Berita Respati Ardi Gowes ke Kantor, Cek Infrastruktur Solo Tanpa Mobil Dinas dan...

Respati Ardi Gowes ke Kantor, Cek Infrastruktur Solo Tanpa Mobil Dinas dan Ajak ASN Hemat Energi

60
0

LINGKARSOLO, SURAKARTA – Wali Kota Solo, Respati Ardi, memulai kebiasaan baru dengan menggelar program Jumat Bersepeda. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penghematan energi sekaligus mendorong pola hidup sehat di lingkungan Pemerintah Kota Surakarta.

Agenda dimulai sejak pagi hari, Jumat (10/4/2026). Respati berangkat dari Loji Gandrung sekitar pukul 07.20 WIB hanya ditemani ajudannya. Tanpa menggunakan mobil dinas, ia memilih sepeda sebagai sarana transportasi untuk menjalankan aktivitasnya.

Perjalanan pertama diarahkan ke kawasan Jalan Piere Tendean. Di lokasi ini, Respati melakukan pengecekan langsung terhadap pembangunan infrastruktur yang sedang berjalan. Proyek jalan dan drainase tersebut mendapat perhatian khusus karena direncanakan menjadi salah satu titik pengembangan ekonomi baru di wilayah utara Kota Solo.

Usai meninjau proyek tersebut, Respati melanjutkan agenda ke Kantor Inspektorat Surakarta yang berada di Karangasem, Kecamatan Laweyan. Setelah menyelesaikan kegiatan di sana, ia kembali bergerak menuju Balai Kota Solo untuk melanjutkan pekerjaan lain yang telah dijadwalkan.

Seluruh rangkaian kegiatan dari pagi hingga siang dilakukan dengan menggunakan sepeda. Langkah ini sekaligus menjadi simbol komitmen Pemkot dalam mengurangi penggunaan bahan bakar serta mendukung kebijakan efisiensi energi dari pemerintah pusat.

Respati menjelaskan bahwa gerakan Jumat Bersepeda tidak bersifat wajib, melainkan bentuk ajakan kepada seluruh jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN). Ia berharap kebiasaan ini bisa menjadi budaya baru yang membawa dampak positif bagi lingkungan dan kesehatan.

“Saya menghimbau untuk seluruh jajaran untuk kampanye hemat energi. Dan yang saya canangkan kita mulai dengan Jumat Bersepeda. Tidak ada hukuman bagi yang tidak bersepeda,” ujar Respati.

Ia juga menambahkan bahwa ASN tetap didorong untuk memilih alternatif lain seperti transportasi umum jika tidak memungkinkan bersepeda. Menurutnya, yang terpenting adalah adanya kesadaran bersama untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi berbahan bakar.

“Ini sifatnya himbauan ya, bukan paksaan. Karena saya ingin mengajak, mari kita bayangkan jika Solo menjadi kota bersepeda,” jelasnya.

Respati optimistis jika kebiasaan ini bisa diterapkan secara luas, dampaknya akan terasa signifikan. Selain mengurangi kemacetan, kualitas udara di Kota Solo juga diyakini akan semakin baik.

“Udaranya pasti akan bersih dan kemacetan bisa berkurang. Bonusnya badan juga lebih sehat,” ungkapnya.

Meski demikian, ia menyadari tidak semua masyarakat dapat langsung mengikuti gerakan ini. Oleh karena itu, pendekatan bertahap dinilai menjadi langkah yang paling realistis.

“Dan yang belum bersepeda nanti ya saya ajak pelan-pelan mencoba sepeda. Kalau jaraknya jauh bisa dikombinasikan dengan transportasi umum,” imbuhnya.

Melalui gerakan ini, Respati berharap budaya hemat energi dapat tumbuh dan menjadi kebiasaan baru di tengah masyarakat Solo.

 

Redaktur : Silvia Agnes

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here