Home Berita 10.000 Porsi Ludes Sekejap! Sragen Cetak Rekor Dunia Lewat Festival Sambel Tumpang...

10.000 Porsi Ludes Sekejap! Sragen Cetak Rekor Dunia Lewat Festival Sambel Tumpang 2026

170
0

lingkarsolo.com – Sebanyak 10.000 porsi sambel tumpang tersaji dalam satu waktu di halaman Kantor Terpadu Pemerintah Daerah sebagai bagian dari Festival Sambel Tumpang Nusantara 2026. Momen makan bersama itu menjadi penanda lahirnya rekor dunia baru yang dicatatkan untuk Kabupaten Sragen. Atas capaian tersebut, Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) resmi memberikan pengakuan atas kategori sajian sambel tumpang dengan peserta terbanyak.

Penghargaan itu diserahkan pada Minggu (15/2/2026) kepada Bupati Sigit Pamungkas. Pihaknya menerima piagam rekor didampingi Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Wihaji. Kehadiran pejabat pemerintah pusat tersebut dinilai menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan potensi kuliner daerah.

Festival yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Sragen ini tidak hanya berfokus pada pemecahan rekor. Sehari sebelumnya, rangkaian acara telah diawali dengan berbagai kegiatan bernuansa budaya dan kebersamaan. Wakil Bupati Sragen H. Suroto membuka agenda tersebut dengan senam massal yang melibatkan masyarakat dari berbagai kalangan.

Suasana semakin semarak ketika Tari Purba ditampilkan di hadapan pengunjung. Tidak hanya itu, prosesi Grebeg Gunungan turut menjadi bagian penting dalam perhelatan tersebut. Gunungan berisi hasil bumi seperti sayuran dan buah-buahan diarak sebagai simbol rasa syukur serta komitmen menjaga tradisi. Nilai budaya lokal terasa kuat mewarnai seluruh rangkaian kegiatan.

Bupati Sigit Pamungkas menyampaikan bahwa keberhasilan ini bukan semata tentang angka ribuan porsi, melainkan tentang kebersamaan dan identitas daerah. Sambel tumpang, menurutnya, telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Sragen. Melalui festival ini, pemerintah daerah ingin mempertegas citra Sragen sebagai pusat kuliner sambel tumpang yang memiliki kekhasan tersendiri.

Di sisi lain, Wihaji memandang festival tersebut memiliki dimensi sosial yang penting. Ia menekankan bahwa kegiatan memasak dan makan bersama dapat menjadi sarana memperkuat hubungan dalam keluarga. Tradisi sederhana seperti itu dinilai mampu membangun ketahanan keluarga di tengah tantangan zaman yang terus berkembang.

Selain nilai budaya dan sosial, kegiatan ini juga diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Pemerintah daerah berharap sambel tumpang dapat dikembangkan lebih lanjut melalui inovasi rasa, kualitas, dan kemasan yang lebih modern. Dengan langkah tersebut, sambel tumpang berpeluang menjadi produk unggulan yang tidak hanya dikenal di tingkat lokal, tetapi juga memiliki daya saing lebih luas.

Festival Sambel Tumpang Nusantara 2026 akhirnya tidak hanya mencatatkan rekor, tetapi juga menjadi simbol komitmen Sragen dalam merawat warisan kuliner sekaligus memperkuat identitas daerah di panggung nasional maupun internasional.

Redaktur : Silvia Agnes

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here