Home Berita May Day 2026 Solo: Wali Kota Tegas Soal Upah Layak, Sentil Perusahaan...

May Day 2026 Solo: Wali Kota Tegas Soal Upah Layak, Sentil Perusahaan Bandel dan Dorong Kolaborasi Buruh-Pengusaha

61
0

LINGKARSOLO, SURAKARTA – Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di Kota Solo berlangsung hangat dan penuh pesan penting. Bertempat di Pendhapi Balaikota Surakarta, Jumat (1/5/2026), kegiatan diisi dengan senam bersama serikat pekerja, bhakti sosial, hingga penyampaian aspirasi buruh.

Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, hadir mengenakan kaos hitam bertuliskan “May Day 2026: Harmonis, Dinamis, dan Berkeadilan”. Dalam kesempatan itu, ia menegaskan pentingnya peran semua pihak dalam menciptakan kesejahteraan pekerja.

Respati secara terbuka mengajak para pelaku usaha untuk memenuhi hak pekerja, khususnya terkait upah yang sesuai standar. Ia mengungkapkan masih ada perusahaan yang memberikan gaji di bawah ketentuan.

“Saya mengajak pelaku usaha untuk bersama-sama memastikan pekerja mendapatkan haknya. Sedikit mengurangi keuntungan, tetapi kesejahteraan karyawan terpenuhi,” ujarnya.

Menurutnya, kesejahteraan pekerja bukan hanya soal keadilan, tapi juga berdampak langsung pada perputaran ekonomi daerah. Ia menilai konsumsi pekerja menjadi salah satu penggerak utama ekonomi.

“Pertumbuhan ekonomi dimulai dari konsumsi para pekerja. Kalau pekerja sejahtera, ekonomi juga akan bergerak,” imbuhnya.

Selain soal upah, Respati juga menyoroti masih adanya perusahaan yang belum memberikan jaminan sosial seperti BPJS Ketenagakerjaan dan jaminan hari tua. Ia menegaskan, pemerintah tidak akan tinggal diam.

“Masih ada pekerja yang belum mendapatkan BPJS Ketenagakerjaan maupun jaminan hari tua. Ini menjadi perhatian serius kami,” tegasnya.

Pemkot Solo, lanjutnya, akan terus melakukan pengawasan dan sosialisasi. Bahkan, bagi perusahaan yang membandel, tidak menutup kemungkinan akan dilakukan evaluasi hingga peninjauan izin usaha.

Tak hanya itu, Respati juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pekerja, dan pelaku usaha. Ia menyebut pemerintah hadir sebagai jembatan agar hubungan industrial tetap kondusif.

“Kami membuka ruang seluas-luasnya untuk mendengar aspirasi pekerja dan memastikan perlindungan mereka berjalan dengan baik,” katanya.

Dalam momentum ini, Pemkot juga memperkenalkan program Rumah Siap Kerja untuk membantu generasi muda lebih siap masuk dunia kerja. Program ini membuka peluang kerja hingga ke luar negeri.

“Kita melihat masih banyak anak muda yang belum siap kerja. Lewat program ini, kami ingin mereka lebih kompetitif,” jelasnya.

Rangkaian kegiatan May Day di Solo pun menjadi simbol kebersamaan. Dengan suasana santai namun penuh makna, pesan tentang keadilan, kesejahteraan, dan kolaborasi terus digaungkan.

“Kalau pekerja sejahtera, ekonomi akan ikut kuat,” pungkas Respati.

 

Redaktur : Silvia Agnes

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here