Home Berita Tak Hanya Bersihkan Sungai, Respati Siapkan Pendidikan Sampah untuk Anak SD dan...

Tak Hanya Bersihkan Sungai, Respati Siapkan Pendidikan Sampah untuk Anak SD dan SMP Solo

90
0

LINGKARSOLO, SURAKARTA – Aksi bersih-bersih Sungai Jenes di kawasan Pajang, Kecamatan Laweyan, Selasa (28/7/2026), tidak hanya difokuskan pada pengangkatan tumpukan sampah yang menyumbat aliran sungai. Di balik kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Surakarta juga menyiapkan langkah jangka panjang untuk mengurangi persoalan sampah melalui dunia pendidikan.

Wali Kota Surakarta, Respati Ardi mengatakan, pembentukan kesadaran masyarakat harus dimulai sejak usia dini. Karena itu, Pemkot Surakarta berencana memasukkan materi pengelolaan sampah ke dalam pembelajaran bagi siswa SD dan SMP.

Menurut Respati, menjaga kebersihan lingkungan tidak cukup hanya mengandalkan kegiatan kerja bakti yang dilakukan secara berkala. Perubahan perilaku masyarakat dinilai menjadi faktor utama agar persoalan sampah dapat diatasi secara berkelanjutan.

“Anak-anak harus memahami sejak dini bagaimana mengelola sampah dengan benar. Kami ingin pendidikan menjadi pintu masuk untuk membangun budaya peduli lingkungan sejak usia sekolah,” ujar Respati di sela kegiatan kerja bakti.

Ia menjelaskan, materi yang diberikan nantinya tidak hanya mengenalkan jenis sampah. Para siswa juga akan belajar memilah sampah organik dan anorganik, mengurangi penggunaan barang sekali pakai, memanfaatkan kembali barang yang masih layak digunakan, hingga memahami proses daur ulang yang memiliki nilai manfaat.

Selain itu, konsep Reduce, Reuse, Recycle atau 3R juga akan dikenalkan melalui berbagai kegiatan praktik di sekolah. Respati berharap pembelajaran tersebut tidak berhenti sebagai teori, tetapi menjadi kebiasaan yang dilakukan setiap hari.

“Kami ingin anak-anak terbiasa menjaga kebersihan sekolah, mengenal bank sampah, hingga mengolah sampah organik menjadi kompos. Harapannya, kebiasaan itu akan terbawa sampai di rumah,” katanya.

Respati meyakini anak-anak memiliki peran besar dalam mengubah pola pikir masyarakat. Ketika siswa mulai terbiasa membuang dan memilah sampah dengan benar, mereka juga dapat mengajak anggota keluarga untuk melakukan hal yang sama.

Menurutnya, perubahan kecil yang dimulai dari lingkungan keluarga akan memberikan dampak besar terhadap upaya menjaga kebersihan Kota Solo di masa mendatang.

Dalam kesempatan itu, Respati juga mengingatkan masyarakat agar tidak lagi menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah. Ia menilai kebiasaan tersebut masih menjadi salah satu penyebab pencemaran lingkungan sekaligus mengganggu fungsi sungai sebagai saluran air.

“Pemerintah bisa terus membersihkan sungai, tetapi jika masyarakat masih membuang sampah sembarangan, persoalan ini tidak akan pernah selesai. Yang harus dibangun adalah kesadaran bersama untuk menjaga lingkungan,” tegasnya.

Pemkot Surakarta juga akan terus memperkuat berbagai program pendukung, mulai dari pengembangan bank sampah, edukasi kepada masyarakat, hingga penyediaan fasilitas pengelolaan sampah. Langkah tersebut diharapkan berjalan seiring dengan pendidikan lingkungan di sekolah sehingga mampu melahirkan generasi yang peduli kebersihan dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.

 

Redaktur : Silvia Agnes

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here