Home Berita SMP 24 dan 25 Solo Disulap Jadi Sekolah Unggulan, Respati Ingin Pendidikan...

SMP 24 dan 25 Solo Disulap Jadi Sekolah Unggulan, Respati Ingin Pendidikan Internasional Tetap Terjangkau

106
0

LINGKARSOLO, SURAKARTA – Pemerintah Kota Surakarta menyiapkan langkah baru dalam pengembangan Pendidikan Negeri. SMP 24 dan 25 Solo akan diarahkan menjadi sekolah unggulan dengan konsep kurikulum internasional, sebagai upaya menghadirkan pendidikan berkualitas yang tetap bisa dijangkau masyarakat.

Ditemui di sela sela kegiatan belum lama ini, Wali Kota Surakarta, Respati Ardi menjelaskan, pemilihan SMP 24 dan 25 memiliki alasan tersendiri. Sekolah tersebut berada di lokasi strategis di tengah kota, namun sebelumnya belum menjadi salah satu sekolah yang paling banyak diminati.

Kondisi itu dinilai menjadi peluang untuk melakukan perubahan besar dalam dunia pendidikan Kota Solo.

“SMP 24 dan 25 ini strategis di tengah kota dan dulu menjadi yang tidak paling diminati. Saya ingin benar-benar transformasi pendidikan,” ujar Respati.

Respati mengatakan, pendidikan berkualitas tidak boleh hanya bisa diakses oleh masyarakat dengan kemampuan ekonomi tertentu. Pemkot Solo ingin menunjukkan bahwa sekolah negeri juga mampu menghadirkan standar pendidikan yang tinggi tanpa membuat biaya menjadi beban.

“Saya ingin SMP negeri kita berkualitas internasional dan tetap terjangkau,” katanya.

Menurut Respati, saat ini biaya pendidikan menjadi salah satu perhatian masyarakat. Ia mengaku prihatin ketika berbagai kegiatan sekolah seperti perpisahan atau wisuda justru membutuhkan biaya besar.

“Saya sedih hari ini melihat SD SMP sudah akhir tahun ajaran, perpisahan mahal-mahalnya minta ampun. Saya mohon, kegiatan seperti itu jangan mahal-mahal,” ucapnya.

Ia meminta pihak sekolah, baik negeri maupun swasta, dapat mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat dalam membuat kegiatan pendidikan.

“Anak-anak ini masih membutuhkan tumbuh kembang yang baik, kegiatan positif, dan aktivitas yang bermanfaat,” jelasnya.

Pengembangan SMP 24 dan 25 nantinya akan menjadi program berkelanjutan. Sekolah tersebut akan memiliki kelas khusus yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan siswa selama tiga tahun masa pendidikan.

Pemkot Surakarta juga menggandeng sejumlah lembaga pendidikan untuk mendukung program tersebut, termasuk Yayasan Pendidikan Kader Bangsa, SMA Taruna Nusantara, dan SMA Garuda Transformasi. Kerja sama ini ditujukan agar siswa memiliki persiapan menuju pendidikan lanjutan yang berkualitas.

Respati menegaskan, pendidikan yang baik tidak selalu identik dengan biaya mahal. Menurutnya, banyak anak dari keluarga kurang mampu yang memiliki kemampuan akademik tinggi dan perlu mendapatkan kesempatan yang sama.

“Banyak warga dari keluarga kurang mampu yang memiliki kemampuan belajar luar biasa. Ini yang harus kita jaga,” pungkasnya.

 

Redaktur : Silvia Agnes

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here