LINGKARSOLO, SRAGEN – Maraknya kasus perundungan di kalangan pelajar menjadi perhatian serius berbagai pihak. Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Tahun 2026 bersama Pemerintah Desa Krikilan menggelar edukasi bertajuk “Stop Bullying: Kita Teman Bukan Lawan” di Balai Desa Krikilan, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, Rabu (5/8/2026).
Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara program kerja mahasiswa KKN UNS dengan Pemerintah Desa Krikilan yang sama-sama memiliki perhatian terhadap upaya pencegahan bullying di lingkungan sekolah. Peserta kegiatan berasal dari SD Negeri Krikilan 1, SD Negeri Krikilan 2, dan MI Muhammadiyah Krikilan.
Dalam edukasi tersebut, para siswa diajak memahami berbagai bentuk perundungan, mulai dari pengertian bullying, contoh perilaku yang sering terjadi di sekolah, dampaknya bagi korban, hingga cara mencegahnya. Anak-anak juga diberikan pemahaman pentingnya menjadi teman yang saling menghargai, saling menyayangi, serta menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman.
Kepala Desa Krikilan, Narno mengatakan, kegiatan tersebut menjadi langkah nyata untuk membangun karakter anak sejak usia sekolah. Menurutnya, persoalan bullying tidak boleh dianggap sepele karena dapat menimbulkan dampak yang sangat serius.
“Memang ini merupakan program kerja adik-adik KKN UNS dan kebetulan desa juga memiliki program yang sama. Karena itu kami berkolaborasi mengadakan edukasi stop bullying agar anak-anak tidak saling menyakiti temannya,” ujarnya.
Narno menjelaskan, bentuk bullying tidak hanya berupa kekerasan fisik, tetapi juga bisa melalui perkataan maupun media sosial dan aplikasi percakapan. Ia mengingatkan siswa agar tidak mengejek teman, tidak memanggil dengan sebutan yang tidak pantas, maupun melakukan perundungan melalui WhatsApp.
“Nama itu adalah doa. Jadi panggillah teman dengan nama yang baik. Jangan membully lewat ucapan, media sosial ataupun tindakan fisik,” tegasnya.
Sementara itu, perwakilan Kecamatan Kalijambe, Sahruddin, mengapresiasi sinergi Pemerintah Desa Krikilan bersama mahasiswa KKN UNS dalam menyelenggarakan edukasi tersebut. Ia menilai antusiasme para siswa menunjukkan bahwa materi yang disampaikan diterima dengan baik.
“Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar. Anak-anak dari SD maupun MI sangat responsif. Harapan kami kegiatan seperti ini tidak hanya ada di Krikilan, tetapi juga bisa dilaksanakan di desa-desa lain di Kecamatan Kalijambe sehingga angka bullying semakin berkurang,” katanya.
Melalui kegiatan ini diharapkan para pelajar mampu menjadi pelopor lingkungan sekolah yang ramah, saling menghargai, serta berani menghentikan tindakan bullying dalam bentuk apa pun.
Oleh : Widodo
Redaktur : Silvia Agnes









