Home Berita Wakil Kepala Daerah di Jateng Diminta Perbarui Data Kemiskinan agar Bantuan Tepat...

Wakil Kepala Daerah di Jateng Diminta Perbarui Data Kemiskinan agar Bantuan Tepat Sasaran

86
0

LINGKARSOLO, SURAKARTA – Pemerintah daerah di Jawa Tengah diminta memperbarui dan meluruskan data kemiskinan agar program bantuan yang diberikan kepada masyarakat benar-benar sesuai sasaran.

Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen saat menghadiri Launching Pilot Project Desa/Mandiri Sejahtera Berbasis Pemberdayaan Pemuda pada Keluarga Desil 1-4 Terbanyak di Lapangan Losari, Kelurahan Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Surakarta, Rabu (19/8/2026).

Taj Yasin mengatakan, akurasi data menjadi salah satu bagian penting dalam upaya pengentasan kemiskinan. Data yang tidak sesuai kondisi sebenarnya dapat membuat program penanganan kemiskinan tidak berjalan maksimal.

“Data kemiskinan harus dibenarkan dan diluruskan agar kemiskinan tepat sasaran,” kata Taj Yasin.

Menurutnya, pembaruan data tersebut menjadi tugas masing-masing pemerintah daerah. Ia juga menyebut wakil kepala daerah memiliki peran penting karena menjadi bagian dari kepemimpinan daerah yang menangani program pengentasan kemiskinan.

“Ini merupakan tugas di tiap daerah. Ketua pengentasan kemiskinan di tiap daerah adalah wakil kepala daerah,” ujarnya.

Taj Yasin kemudian menyoroti kondisi kemiskinan di Kota Surakarta. Salah satu wilayah yang menurutnya masih perlu mendapat perhatian adalah kawasan Nusukan.

Ia menyebut jumlah warga miskin di wilayah tersebut masih cukup tinggi, sehingga membutuhkan penanganan yang lebih terarah.

“Surakarta ini masih kita rangkul, kita harus masuk khususnya di daerah Nusukan ini. Karena ternyata di sini kemiskinannya tinggi, ada sekitar 2.000-an,” ungkapnya.

Selain bantuan langsung, Taj Yasin mendorong adanya program yang mampu meningkatkan kemampuan ekonomi keluarga penerima manfaat. Menurutnya, masyarakat perlu diberi ruang untuk mengembangkan potensi yang dimiliki sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan secara mandiri.

Ia mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam program tersebut, termasuk Baznas dan pihak yang terlibat dalam pemberdayaan ekonomi produktif.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani mengatakan Kota Solo menjadi salah satu wilayah yang menjalankan program pengentasan kemiskinan berbasis pemberdayaan.

“Ini menjadi satu sisi yang kami jalankan dalam program pengentasan kemiskinan di Provinsi Jawa Tengah,” ujar Astrid.

Program tersebut menyasar keluarga dalam kelompok Desil 1-4 terbanyak dengan melibatkan pemuda sebagai bagian dari pemberdayaan ekonomi masyarakat.

 

Redaktur : Silvia Agnes

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here