Home Berita Posyandu Plus Solo Diminta Jadi Percontohan Nasional, Respati Soroti Kesehatan Mental

Posyandu Plus Solo Diminta Jadi Percontohan Nasional, Respati Soroti Kesehatan Mental

48
0

LINGKARSOLO, SURAKARTA – Posyandu Plus di Kota Surakarta mendapat perhatian di tingkat nasional. Layanan yang dikembangkan Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta tersebut dinilai memiliki sejumlah inovasi sehingga diminta menjadi contoh bagi daerah lain.

Wali Kota Surakarta Respati Ardi mengatakan, Pemkot Surakarta mendapat permintaan untuk memaparkan pelaksanaan Posyandu Plus di Jakarta. Paparan tersebut nantinya menjadi bahan pembelajaran bagi daerah lain dalam mengembangkan layanan Posyandu.

Menurut Respati, salah satu hal yang menjadi kekuatan Posyandu Plus adalah layanan yang tidak hanya berfokus pada kesehatan. Di dalamnya terdapat integrasi enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang menyentuh berbagai kebutuhan dasar masyarakat.

“Banyak sekali, jadi termasuk Posyandu Plus kesehatan mental dan 6 SPM,” kata Respati saat ditemui di Balai Kota Surakarta, Selasa (15/9/2026).

Ia menjelaskan, enam SPM tersebut mencakup sejumlah bidang pelayanan dasar, mulai dari pekerjaan umum, perumahan rakyat, sosial, pendidikan, kesehatan hingga infrastruktur. Integrasi itu membuat Posyandu Plus tidak hanya menjadi tempat pelayanan kesehatan masyarakat.

Respati menyebut konsep tersebut diharapkan dapat diterapkan di wilayah lain. Pemkot Surakarta juga terus mendorong agar Posyandu Plus menjadi layanan yang informatif sekaligus mampu menjangkau kebutuhan masyarakat secara lebih luas.

Selain layanan langsung, Posyandu Plus juga terhubung dengan sistem pengaduan Online Ulas. Dengan integrasi tersebut, masyarakat dapat menyampaikan keluhan atau aduan melalui layanan yang tersedia.

“Jadi keluhan, aduan di Posyandu, aduan masyarakat bisa terjawab langsung melalui Posyandu Plus,” ujarnya.

Dari sisi partisipasi, Respati menyebut jumlah masyarakat yang telah mengikuti layanan Posyandu Plus sepanjang tahun berjalan mencapai lebih dari 35 ribu orang.

Namun, terdapat catatan penting dari pelayanan tersebut. Sekitar 14 persen masyarakat yang hadir diketahui membutuhkan pendampingan psikolog lanjutan karena persoalan kesehatan mental.

Menurut Respati, temuan itu menjadi perhatian agar layanan kesehatan mental terus diperkuat. Masyarakat juga dinilai perlu semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan mental.

“Ini capaian yang harus kita jaga dan masyarakat harus memahami pentingnya kesehatan mental,” tegasnya.

Dengan capaian tersebut, Posyandu Plus Solo diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai layanan masyarakat yang mudah diakses, informatif, dan mampu menghubungkan berbagai kebutuhan dasar dalam satu pelayanan.

 

Redaktur : Silvia Agnes

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here