LINGKARSOLO, SURAKARTA – Pemerintah Kota Surakarta mendorong pengembangan kegiatan seni, budaya, dan ekonomi kreatif sebagai bagian dari upaya memperkuat daya tarik wisata daerah. Salah satunya melalui Pekan se.daya.di Surakarta 2026 yang akan berlangsung di Taman Balekambang pada 1–7 November 2026.
Kegiatan ini melibatkan lebih dari 100 kolaborator dari berbagai bidang. Panitia menargetkan sebanyak 20.000 kunjungan selama tujuh hari penyelenggaraan.
Dalam konferensi pers se.daya.di Surakarta yang digelar di Museum Radya Pustaka, Minggu, 25 Oktober 2026, Walikota Solo Respati Ardi berharap, kegiatan tersebut tidak hanya berlangsung sekali, tetapi dapat diselenggarakan secara berkelanjutan setiap tahun. Menurutnya, penyelenggaraan sebuah acara membutuhkan kemauan, kemampuan, dan kerja sama yang baik dari berbagai pihak.
Ia juga menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi Kota Surakarta tidak hanya bergantung pada aktivitas warga setempat, tetapi turut dipengaruhi kehadiran wisatawan dari luar daerah.
“Majunya sebuah kota, pertumbuhan ekonomi bukan cuma bergantung pada warga Solo, namun juga dari wisatawan pendatang yang datang ke Kota Solo,” ujar Respati.
Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk menyambut pengunjung yang datang ke Kota Solo. Kehadiran wisatawan dapat ikut menggerakkan perekonomian dan mendukung keberlanjutan pembangunan daerah.
Respati menilai kegiatan seperti Pekan se.daya.di Surakarta perlu memiliki nilai edukasi, bukan sekadar menjadi agenda hiburan. Ia juga melihat kolaborasi lintas bidang sebagai bagian penting dalam mengembangkan potensi kota.
Program se.daya.di wellness misalnya, tidak berdiri sendiri, melainkan terhubung dengan program seni, budaya, kuliner, dan ekonomi kreatif lainnya.
Pekan se.daya.di Surakarta menghadirkan tujuh program utama, yakni se.daya.di wellness, se.daya.di pasar, se.daya.di pagelaran, se.daya.di lokakarya, se.daya.di pameran, se.daya.di boga, dan se.daya.di forum.
Program pasar menghadirkan lebih dari 50 tenant yang terdiri atas pelaku kuliner, UMKM, artisan, kreator, dan merek lokal. Sementara itu, program pagelaran melibatkan 16 penampil dari bidang musik, tari, teater, wayang, dan seni pertunjukan.
Sebanyak 15 sesi lokakarya juga disiapkan untuk memberikan kesempatan kepada pengunjung mencoba berbagai praktik dan bertukar pengetahuan. Adapun program pameran melibatkan 17 seniman dan kolektif yang menampilkan karya terkait seni, tradisi, teknologi, pengetahuan lokal, serta kehidupan sehari-hari.
Penggagas se.daya.di Surakarta, Paulus Mintarga menjelaskan, kegiatan ini menjadi ruang pertemuan berbagai gagasan dan praktik kebudayaan agar dapat berkembang bersama.
“Seperti cakra manggilingan, kebudayaan terus bergerak dan berubah,” kata Paulus.
Direktur Festival se.daya.di Surakarta, Tatuk Marbudi menambahkan, kegiatan ini mengusung semangat Collect, Connect, Collab. Melalui kolaborasi ini, Pekan se.daya.di Surakarta menjadi salah satu upaya membuka peluang bagi pelaku seni, komunitas, kreator, dan masyarakat untuk menghasilkan karya baru yang relevan dengan kehidupan masa kini.
Redaktur : Silvia Agnes









