Home Berita Solo-Xi’an Jalin Kerja Sama, Bidik Peluang Budaya hingga Investasi China

Solo-Xi’an Jalin Kerja Sama, Bidik Peluang Budaya hingga Investasi China

61
0

LINGKARSOLO, CHINA – Pemerintah Kota Solo memperkuat hubungan internasional dengan Kota Xi’an, China, melalui kerja sama sister city. Kolaborasi ini membuka peluang pengembangan berbagai sektor, mulai dari pariwisata, kebudayaan, pendidikan, perdagangan, teknologi, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Wali Kota Solo Respati Ardi menandatangani kesepakatan kerja sama antara Pemkot Solo dan Pemerintah Kota Xi’an pada Kamis (22/10/2026). Dalam rangkaian agenda di China tersebut, Respati juga mengikuti forum Sister City Dialogue di Xingqing Park, Xi’an, Provinsi Shaanxi, untuk menyampaikan gagasan mengenai pelestarian budaya dan pengembangan tata kelola kota cerdas.

Kesepakatan kedua kota tidak hanya diarahkan untuk mempererat hubungan pemerintahan, tetapi juga membuka peluang kolaborasi yang dapat dirasakan masyarakat. Kedua pihak berkomitmen menjaga komunikasi serta mendorong kunjungan dan pertukaran timbal balik.

Respati berharap kerja sama tersebut menjadi jalan untuk memperluas hubungan di bidang pendidikan, kebudayaan, dan ekonomi.

“Ini sangat berarti bagi kami, bagi pemerintahan Indonesia, khususnya bagi pemerintahan Surakarta. Kita harus memperkuat perjanjian antara Surakarta dan Xi’an,” ujarnya.

Di sektor pariwisata, Solo ingin meningkatkan kunjungan wisatawan dari China, khususnya Xi’an. Kota Bengawan memiliki potensi wisata budaya dan sejarah yang dapat diperkenalkan kepada masyarakat internasional.

“Kami ingin wisatawan-wisatawan dari China dan Xi’an bisa datang ke Surakarta dan menikmati wisata Surakarta. Dan kami memiliki pariwisata khusus di Surakarta, wisata budaya khusus, dan kami berharap antara kedua kota bisa berkolaborasi,” jelasnya.

Kerja sama ini juga diupayakan membuka kesempatan pengembangan SDM, termasuk peluang bagi warga Solo untuk mendapatkan pengalaman kerja di Xi’an. Selain itu, peluang investasi dari China, perdagangan, pendidikan, serta pengembangan pengobatan tradisional China menjadi bagian yang ingin dijajaki.

Dalam forum Sister City Dialogue, Respati turut memaparkan cara Solo menjaga identitas budaya di tengah perkembangan perkotaan. Menurutnya, Solo dan Xi’an memiliki kesamaan sebagai kota bersejarah yang menghadapi tantangan modernisasi.

Pemkot Solo menerapkan pendekatan pembangunan perkotaan berbasis budaya dengan menjadikan keraton, pasar tradisional, dan kampung bersejarah sebagai bagian penting dari identitas kota.

“Untuk mendorong pembangunan kota sekaligus melindungi budaya tradisional secara kuat, kami berpegang pada filosofi Pembangunan Perkotaan Berbasis Budaya,” katanya.

Pelestarian dilakukan melalui revitalisasi kawasan bersejarah dengan tetap memperhatikan bangunan lama, ruang publik, serta karakter arsitektur dan lanskap budaya. Warisan sejarah juga dinilai berpotensi menggerakkan ekonomi melalui pariwisata berbasis budaya.

Ke depan, Respati mendorong pembentukan kelompok kerja yang membahas konservasi cagar budaya, pengelolaan kota digital, dan energi hijau. Pertukaran pelajar, pengembangan pariwisata, serta perdagangan UMKM juga diharapkan menjadi agenda bersama.

“Sebagai sister city, kerja sama ini harus berkembang melampaui hubungan seremonial menuju kemitraan yang berorientasi pada aksi nyata dan pragmatis,” imbuhnya.

 

Redaktur : Silvia Agnes

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here