LINGKARSOLO, SURAKARTA – Pemerintah Kota Surakarta mulai mematangkan arah pembangunan ke depan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD yang digelar Sabtu, 28 Maret 2026. Dalam forum ini, salah satu fokus perhatian utama mengarah pada penguatan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) sebagai salah satu program prioritas.
Wali Kota Solo, Respati Ardi, hadir langsung bersama jajaran penting seperti Wakil Wali Kota Astrid Widayani, Ketua DPRD Budi Prasetyo, serta sejumlah kepala OPD. Pertemuan ini menjadi momen untuk menyelaraskan program pembangunan, terutama yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Dari beberapa program yang disampaikan, KKMP menjadi sorotan karena dinilai punya potensi besar dalam mendukung perekonomian warga di tingkat kelurahan. Program ini dirancang bukan untuk menyaingi pelaku usaha kecil, melainkan memperkuat rantai distribusi barang agar lebih efisien.
Respati menegaskan bahwa keberadaan KKMP harus dipahami dengan benar oleh masyarakat. Ia tidak ingin koperasi ini justru dianggap sebagai ancaman bagi warung kecil.
“KKMP bukan menjadi pesaing toko kelontong, toko madura atau apapun. Tapi KKMP harus menjadi solusi dari toko kelontong sebagai pusat pulangannya warung-warung kelontong,” jelasnya.
Menurutnya, peran utama KKMP adalah sebagai pemasok atau supply chain bagi pelaku UMKM dan warung kecil. Dengan sistem ini, pedagang dapat memperoleh barang dengan harga lebih terjangkau sehingga mampu meningkatkan daya saing usaha mereka.
Selain itu, Pemkot juga mendorong pemanfaatan aset milik daerah untuk mendukung operasional KKMP di tiap kelurahan. Langkah ini dinilai sebagai solusi awal agar program bisa berjalan tanpa harus menunggu kesiapan infrastruktur baru.
“KKMP tidak langsung berhubungan dengan konsumen, tapi dia menjadi supply chain atau pemasok dari UMKM-UMKM kita,” lanjut Respati.
Ia juga menambahkan bahwa pelaksanaan program ini akan dilakukan secara bertahap. Pemerintah memilih melakukan uji coba terlebih dahulu guna melihat efektivitas serta tantangan yang mungkin muncul di lapangan.
“Lebih baik kita trial, kita lihat kelebihan dan kelemahannya,” tegasnya.
Dengan pendekatan tersebut, Pemkot Solo berharap KKMP dapat menjadi model penguatan ekonomi kerakyatan yang bisa diterapkan secara luas di masa mendatang.
Redaktur : Silvia Agnes








