Home Berita Pasar Pasaran Balekambang Diserbu 10 Ribu Pengunjung per Hari, Wali Kota Respati...

Pasar Pasaran Balekambang Diserbu 10 Ribu Pengunjung per Hari, Wali Kota Respati Ardi Dorong UMKM Naik Kelas

65
0

LINGKARSOLO, SURAKARTA – Antusiasme masyarakat memadati gelaran Pasar Pasaran di Taman Balekambang pada 10–12 April 2026. Kegiatan ini mencatat lonjakan pengunjung yang signifikan, bahkan menembus lebih dari 10 ribu orang per hari.

Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, menyebut capaian tersebut sebagai hasil dari konsep acara yang matang dan pemilihan lokasi yang tepat di ruang terbuka.

“Kita tahu tahun-tahun yang lalu event pasar pasaran dilakukan di mal modern. Namun tahun ini kita dorong di Balekambang, dan ternyata agenda yang diprakarsai teman-teman Hello Market Solo ini meledak berkat konsep yang matang. Informasi dari panitia sampai kemarin pecah rekor. Pengunjung melampaui angka 10.000 orang per hari tanpa pengkondisian. Ini luar biasa. Selamat, selamat,” ujarnya.

Kesuksesan ini tidak lepas dari keterlibatan 46 tenant UMKM yang menghadirkan beragam produk. Mulai dari kuliner, minuman, kerajinan tangan, hingga fesyen, semuanya dikemas dalam konsep tematik yang menarik perhatian pengunjung, terutama kalangan muda.

Respati menilai Pasar Pasaran bukan hanya sekadar tempat jual beli, tetapi juga ruang interaksi kreatif yang mempertemukan berbagai unsur, mulai dari budaya hingga ekonomi lokal.

“Saya mengapresiasi gelaran Pasar Pasaran di Balekambang ini. Acara seperti ini menghadirkan suasana yang hangat, kreatif, dan menyenangkan bagi masyarakat, sekaligus memberi ruang yang nyata bagi pelaku UMKM untuk tumbuh dan dikenal lebih luas,” katanya.

Menurutnya, kegiatan seperti ini penting untuk terus digelar guna menghidupkan ruang publik di Kota Solo. Ia menekankan bahwa aktivitas kreatif di ruang terbuka mampu memberi dampak ekonomi secara langsung bagi masyarakat.

“Kita ingin ruang-ruang publik di Kota Solo terus hidup oleh kegiatan yang kreatif, inklusif, dan memberi manfaat ekonomi. Ketika masyarakat datang, menikmati suasana, berbelanja produk lokal, lalu para tenant ikut merasakan dampaknya, di situlah kota bekerja dengan cara yang paling dekat dengan warganya,” jelasnya.

Di sisi lain, Founder Hello Market Solo, Widya Rosena, menjelaskan bahwa Pasar Pasaran dirancang sebagai ruang pengalaman yang menyatukan berbagai elemen kreatif.

“Event Pasar-Pasaran kami hadirkan untuk memperkenalkan konsep penyelenggaraan pasar tematik yang tidak hanya menjadi ruang transaksi, tetapi juga ruang pengalaman. Kami menghadirkan berbagai brand dari sektor F&B, produk organik, health, beauty, hingga hobi dalam satu ruang yang nyaman dan terbuka,” ungkapnya.

Dengan tingginya minat masyarakat, Pemerintah Kota Surakarta berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan. Pasar Pasaran dinilai mampu memperkuat ekosistem UMKM sekaligus menegaskan Solo sebagai kota kreatif yang terbuka terhadap inovasi dan kolaborasi.

 

Redaktur : Silvia Agnes

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here