LINGKARSOLO, SURAKARTA – Peringatan Hari Tari Dunia di Surakarta tahun ini terasa lebih bermakna. Dalam sebuah sarasehan tari yang digelar di Pendapi Gede Balaikota, Wakil Wali Kota Astrid Widayani resmi dikukuhkan sebagai pelindung Asosiasi Seniman Tari Indonesia (ASETI) Kota Surakarta, Rabu (29/4/2026).
Momentum ini sekaligus menandai penguatan posisi seni tari sebagai bagian penting pembangunan kota berbasis budaya. Tak hanya pengukuhan pelindung, ASETI Kota Surakarta juga resmi berdiri sebagai wadah organisasi bagi para pelaku seni tari di Kota Bengawan.
Kehadiran ASETI dinilai menjadi langkah strategis untuk menaungi para seniman, terutama dalam memperjuangkan hak, legalitas, hingga peningkatan kualitas karya. Organisasi ini juga diharapkan mampu memperkuat kapasitas sumber daya manusia di bidang seni tari.
Dalam sambutannya, Astrid menyampaikan komitmen dukungan penuh terhadap ASETI. Ia menilai organisasi ini punya peran besar dalam meningkatkan kualitas para pelaku seni tari di Solo.
“Dengan hadirnya ASETI, saya berharap dapat mendongkrak kualitas sumber daya manusia para pelaku seni tari sehingga mampu mengangkat martabat seniman. Saya berkomitmen mendukung penuh ASETI Surakarta,” ujarnya.
Menurut Astrid, seni tari tidak sekadar soal estetika atau pertunjukan semata. Lebih dari itu, tari memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi kreatif sekaligus sarana diplomasi budaya yang bisa mengangkat nama kota ke tingkat global.
Ia menekankan, penguatan ekosistem seni tari harus dibarengi dengan kolaborasi lintas sektor. Mulai dari pemerintah, pelaku usaha, hingga komunitas harus terlibat aktif agar tercipta sistem yang sehat dan berkelanjutan.
“ASETI harus menjadi simpul yang mampu menghubungkan para pelaku seni, pemerintah, dunia usaha, hingga komunitas, sehingga tercipta ekosistem yang sehat dan berkelanjutan. Dari sini, seni tari bisa menjadi kekuatan ekonomi sekaligus wajah budaya Kota Surakarta di mata dunia,” imbuhnya.
Sarasehan yang mengusung tema “Tari Kolosal sebagai Ekosistem Ekonomi Kreatif dan Diplomasi Budaya Kota” ini juga menegaskan arah pengembangan seni tari ke depan. Tari kolosal dinilai memiliki daya tarik besar, baik dari sisi pertunjukan maupun potensi ekonomi.
Dengan terbentuknya ASETI, para seniman diharapkan semakin solid dalam membangun jejaring kolaborasi. Selain itu, peluang tampil di berbagai event, baik lokal maupun internasional, juga semakin terbuka.
Redaktur : Silvia Agnes








