LINGKARSOLO, JAKARTA – Nama Kota Solo kembali mencuri perhatian dalam agenda nasional bidang kearsipan. Arsip perjalanan seni milik maestro karawitan Martopangrawit resmi masuk daftar Memori Kolektif Bangsa tahun 2026.
Penyerahan sertifikat dilakukan di Kantor Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Jakarta, bertepatan dengan peringatan Hari Kearsipan ke-55, Rabu (20/5/2026). Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, hadir langsung menerima penghargaan tersebut.
Arsip yang didaftarkan merupakan dokumentasi perjalanan Martopangrawit selama kurun 1954 sampai 1986. Berkas itu dianggap memiliki arti besar dalam perkembangan seni tradisi Jawa, khususnya dunia karawitan.
Pengajuan arsip dilakukan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Surakarta bersama pihak keluarga dan pegiat budaya. Dari proses registrasi nasional itu, Solo menjadi salah satu daerah yang memperoleh pengakuan khusus dari ANRI.
Selain penyerahan penghargaan, kegiatan juga diisi parade budaya serta pembacaan hasil sidang dewan pakar registrasi Memori Kolektif Bangsa.
Dalam sambutannya, Kepala ANRI, Meqo Pinandito, mengatakan pengelolaan arsip saat ini tidak bisa lagi bergantung pada cara lama. Menurutnya, sistem penyimpanan harus mengikuti perkembangan teknologi agar informasi tetap aman dan mudah digunakan.
“Arsip yang terawat dan terpercaya akan sangat membantu proses pengambilan kebijakan maupun pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia menilai tata kelola arsip yang modern dapat membuat pelayanan publik menjadi lebih cepat dan efisien. Karena itu, seluruh lembaga pemerintah didorong mulai memperkuat sistem kearsipan berbasis digital tanpa meninggalkan dokumen asli yang memiliki nilai sejarah.
Hal serupa disampaikan Deputi Bidang Kelembagaan dan Tata Laksana Kementerian PAN-RB, Nanik Murwati. Ia menyebut arsip autentik menjadi bagian penting dalam mendukung pemerintahan yang tertata.
“Kalau arsipnya aman, terintegrasi, dan mudah diakses, proses pengambilan keputusan tentu bisa lebih tepat,” katanya.
Sementara itu, Respati Ardi menyebut penghargaan tersebut bukan sekadar seremoni. Menurutnya, arsip budaya memiliki nilai penting sebagai pengingat perjalanan sejarah daerah.
“Warisan budaya seperti ini harus dijaga bersama supaya generasi berikutnya tetap mengenal akar budayanya,” ucap Respati.
Pemkot Surakarta juga memastikan upaya pelestarian arsip budaya akan terus dilakukan, termasuk terhadap dokumen dan karya tokoh-tokoh seni yang punya pengaruh besar bagi perkembangan budaya Indonesia.
Redaktur : Silvia Agnes








