LINGKARSOLO, SURAKARTA – Pelantikan Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) mendapat sambutan positif dari Wali Kota Solo, Respati Ardi. Menurutnya, pergantian kepemimpinan tersebut menjadi peluang untuk memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Respati mengatakan, Pemerintah Kota Solo siap melanjutkan kolaborasi dengan BGN agar penyaluran MBG semakin efektif, tepat sasaran, serta berjalan dengan sistem yang lebih baik. Bahkan, usai pelantikan, ia mengaku langsung menjalin komunikasi dengan Sudaryono untuk membahas pelaksanaan program tersebut di Kota Solo.
Dalam pembicaraan itu, Respati menawarkan konsep pelaksanaan MBG di Solo sebagai model yang bisa diterapkan di daerah lain. Ia menilai pengalaman Solo menjaga pelaksanaan program tanpa insiden menjadi nilai lebih yang layak dijadikan percontohan nasional.
“Ini tantangan besar. Dan saya sudah sampaikan langsung ke beliau kelebihan dan kekurangan di Solo. Saya juga sampaikan komitmen Solo Zero Accident MBG dan saya tawarkan ke beliau agar Solo jadi kota percontohan pelaksanaan MBG,” kata Respati.
Selain konsep Zero Accident, Pemkot Solo juga telah menyiapkan dashboard digital untuk memantau pelaksanaan MBG. Sistem tersebut digunakan sebagai sarana monitoring dan evaluasi sehingga setiap tahapan program dapat diawasi secara berkala.
Respati menjelaskan, pelaksanaan dashboard itu melibatkan Tim Penggerak PKK Kota Solo. Menurutnya, keterlibatan PKK menjadi salah satu kekuatan dalam mendukung keberhasilan program, bahkan sebelumnya mendapat apresiasi dari Gubernur Jawa Tengah.
“Termasuk dashboard MBG sudah siap dimonev dan ini melibatkan PKK yang sebelumnya mendapatkan apresiasi dari Pak Gubernur,” ujarnya.
Ia berharap kepemimpinan Sudaryono mampu membawa pembaruan di tubuh Badan Gizi Nasional sekaligus memperkuat pelaksanaan MBG di berbagai daerah.
“Saya doakan Mas Daryono bisa membawa perubahan yang nyata di BGN nanti ke depan,” ucapnya.
Respati menambahkan, pelaksanaan MBG di sejumlah wilayah kini telah memasuki tahap pengawasan dan evaluasi. Ia optimistis proses moratorium yang dilakukan dapat menjadi kesempatan untuk menyempurnakan pelaksanaan program sehingga manfaatnya semakin dirasakan masyarakat.
“Ada beberapa yang sudah berjalan. Nah, ini akan kita awasi. Semoga moratorium ini bisa menjadi langkah yang baik untuk pelaksanaan MBG ke depan,” tandasnya.
Redaktur : Respati Ardi









