Home Berita Ribuan Wisatawan Serbu Pasar Bahulak Sragen, Sensasi Belanja Pakai Keping Bathok Jadi...

Ribuan Wisatawan Serbu Pasar Bahulak Sragen, Sensasi Belanja Pakai Keping Bathok Jadi Daya Tarik

43
0

LINGKARSOLO, SRAGEN – Suasana berbeda tampak di Pasar Bahulak yang berada di Dukuh Sawahan, Desa Karungan, Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen, pada Minggu Legi, 2 Agustus 2026. Sejak pagi, ribuan pengunjung sudah memadati kawasan pasar tradisional bernuansa tempo dulu tersebut untuk menikmati suasana khas pedesaan yang sulit ditemui di tempat lain.

Pasar Bahulak memang menjadi salah satu destinasi favorit masyarakat. Sejak mulai dibuka pada 2020, pasar ini terus menarik perhatian wisatawan dari berbagai daerah. Keunikannya terletak pada konsep tradisional yang hanya digelar dua kali dalam siklus penanggalan Jawa, yakni setiap Minggu Pahing dan Minggu Legi.

Tak heran jika setiap kali dibuka, kawasan pasar selalu dipenuhi warga yang ingin berburu kuliner maupun menikmati suasana khas masa lampau. Berbagai ornamen tradisional hingga aktivitas jual beli dibuat menyerupai kehidupan masyarakat zaman dahulu.

Salah satu hal yang paling menarik perhatian adalah sistem pembayaran yang tidak menggunakan uang rupiah secara langsung. Sebelum memasuki area pasar, pengunjung diwajibkan menukarkan uang dengan keping bathok di loket yang telah disediakan.

“Satu keping bathok bernilai Rp2.000 dan digunakan sebagai alat transaksi selama berada di dalam Pasar Bahulak,” demikian informasi yang disampaikan pengelola kepada para pengunjung.

Keping bathok tersebut menjadi ciri khas Pasar Bahulak. Pengelola hanya mencetak satu nominal, yakni Rp2.000, sehingga seluruh transaksi dilakukan menggunakan keping bathok tersebut. Cara ini membuat pengalaman berbelanja terasa lebih unik sekaligus mengajak masyarakat mengenang tradisi masa lalu.

Di dalam pasar, pengunjung dapat menemukan beragam jajanan tradisional yang kini mulai jarang dijumpai. Aneka makanan khas tempo dulu menjadi incaran para wisatawan yang datang bersama keluarga maupun kerabat.

Tak hanya berburu kuliner, anak-anak hingga orang dewasa juga terlihat antusias mencoba berbagai permainan tradisional yang masih disediakan. Permainan tersebut menjadi hiburan sekaligus sarana mengenalkan budaya lokal kepada generasi muda.

Semarak Pasar Bahulak juga semakin terasa dengan alunan musik karawitan yang mengiringi aktivitas para pedagang dan pengunjung. Irama khas Sragenan menambah suasana tradisional sehingga membuat banyak orang betah berlama-lama menikmati setiap sudut pasar.

Pasar Bahulak mulai beroperasi sejak pukul 06.00 WIB hingga 11.00 WIB. Meski hanya buka beberapa jam dan tidak digelar setiap pekan, antusiasme masyarakat tetap tinggi. Keunikan konsep, kuliner tradisional, permainan rakyat, hingga transaksi menggunakan keping bathok menjadi alasan Pasar Bahulak terus menjadi destinasi wisata budaya yang selalu ramai dikunjungi.

 

Oleh : Widodo

Redaktur : Silvia Agnes

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here