Home Berita Respati Ardi Tampil dengan Sadaria di Ternate, Bawa Pesan Penting soal Masa...

Respati Ardi Tampil dengan Sadaria di Ternate, Bawa Pesan Penting soal Masa Depan Kota Pusaka

115
0

LINGKARSOLO, TERNATE – Wali Kota Surakarta Respati Ardi menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) ke-12 yang berlangsung di Bela Hotel Ternate, Jumat (28/8/2026).

Kehadiran Respati dalam forum tersebut menjadi bagian dari upaya Kota Surakarta memperkuat hubungan dengan daerah lain yang memiliki kekayaan sejarah dan budaya. Rakernas mempertemukan sejumlah kepala daerah dan perwakilan anggota JKPI untuk membahas keberlanjutan kota pusaka di Indonesia.

Ada hal menarik dalam kehadiran Respati di Ternate. Ia memilih mengenakan baju Sadaria khas Ternate saat mengikuti kegiatan. Busana tersebut menjadi bentuk penghormatan terhadap budaya lokal sekaligus apresiasi kepada Ternate yang menjadi tuan rumah Rakernas JKPI tahun ini.

Suasana budaya Ternate juga terasa sejak pembukaan acara. Rakernas diawali pemukulan tifa yang diiringi musik tradisional arababu. Penyambutan tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi Kota Ternate memperkenalkan kekayaan sejarah dan budaya Maluku Utara kepada para peserta dari berbagai daerah.

Wali Kota Ternate Tauhid Soleman, menyampaikan sambutan selamat datang kepada seluruh anggota JKPI. Ia mengapresiasi kedatangan para kepala daerah dan perwakilan kota pusaka yang hadir dalam agenda nasional tersebut.

Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos turut hadir dalam Rakernas. Ia menilai pertemuan JKPI dapat menjadi ruang untuk mengenalkan kekayaan budaya daerah sekaligus memperkuat kerja sama dalam menjaga pusaka Indonesia.

“Kota pusaka bukan hanya tentang bangunan atau peninggalan sejarah, tetapi juga tentang nilai, budaya, dan identitas masyarakat yang harus terus dijaga dan dikembangkan bersama,” ujar Sherly.

Sementara itu, Respati menilai pertemuan antarkota pusaka memiliki manfaat penting. Menurutnya, masing-masing daerah dapat saling bertukar pengalaman mengenai cara mempertahankan identitas sejarah di tengah perkembangan kota.

“Kota boleh berkembang, tetapi jangan sampai kehilangan sejarahnya. Sejarah harus terus kita lestarikan dan hidupkan agar generasi berikutnya tetap mengenal dan menghargai identitas kotanya,” ujar Respati.

Rakernas juga membahas sejumlah agenda organisasi. Di antaranya penetapan anggota baru JKPI, penguatan kota pusaka, rencana tuan rumah JKPI 2028, serta berbagai langkah pelestarian warisan budaya.

Selain itu, peserta membahas program kerja JKPI 2026-2027. Kegiatan ditutup dengan Deklarasi Bersama Rakernas XII JKPI sebagai bentuk komitmen anggota dalam menjaga dan mengembangkan kota pusaka.

Bagi Surakarta, keikutsertaan tersebut menjadi kesempatan memperluas jejaring dan bertukar praktik baik dengan kota lain. Pada penghujung kegiatan, Respati menyerahkan cinderamata kepada Tauhid Soleman sebagai simbol persahabatan sekaligus penguatan kolaborasi Surakarta dan Ternate.

 

Redaktur : Silvia Agnes

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here