Home Berita Kauman Disiapkan Jadi Wisata Halal Solo, Wisatawan Malaysia Jadi Pasar Potensial

Kauman Disiapkan Jadi Wisata Halal Solo, Wisatawan Malaysia Jadi Pasar Potensial

130
0

LINGKARSOLO, SURAKARTA – Kawasan Kauman di Kota Surakarta mulai diarahkan menjadi salah satu tujuan wisata halal. Pemerintah Kota Surakarta menilai kawasan tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan sekaligus menjadi penggerak ekonomi syariah di Kota Solo.

Rencana itu disampaikan Wali Kota Surakarta Respati Ardi saat menghadiri Road To FESyar Jawa 2026 SYEKATEN (Syiar Ekonomi Syariah dan Pesantren Solo Raya) “Sinergi Berkaraya, Halal Berdaya” di Solo Square, Minggu (30/8/2026).

Respati menyebut pengembangan wisata halal di Kauman bukan sekadar program pemerintah. Gagasan tersebut juga muncul dari masyarakat setempat yang ingin kawasan Kauman memiliki pengembangan pariwisata yang semakin jelas.

Menurut dia, Pemkot Surakarta akan segera menetapkan Kauman sebagai destinasi prioritas wisata syariah. Langkah tersebut diharapkan mampu membuka lebih banyak aktivitas ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Kauman akan menjadi destinasi prioritas wisata syariah atau wisata halal yang ada di Kota Surakarta. Segera kita tetapkan sehingga akan menjadi penggerak ekonomi syariah yang ada di Kota Solo,” kata Respati.

Potensi wisata halal dinilai semakin terbuka karena kunjungan wisatawan asing ke Solo terus menjadi salah satu peluang yang dapat dikembangkan. Salah satu pasar yang disoroti adalah wisatawan dari Malaysia.

Respati mengatakan wisatawan asal Malaysia cukup banyak berkunjung ke Solo dan memiliki kebutuhan terhadap produk maupun layanan wisata yang memenuhi standar halal.

“Warga Malaysia, WNA yang hadir di Solo itu ternyata banyak sekali dari Malaysia. Mereka spending-nya ke sini dan mereka mencari wisata halal yang certified,” ujarnya.

Kondisi tersebut menjadi peluang bagi pelaku usaha di Kauman dan kawasan sekitarnya. Tidak hanya sektor kuliner, pengembangan wisata halal juga dapat mendorong perdagangan, UMKM, jasa wisata serta ekonomi kreatif.

Pemkot Surakarta pun mendorong pelaku usaha agar mampu menyesuaikan produk dengan kebutuhan wisatawan. Penguatan ekosistem halal diharapkan membuat wisatawan memiliki lebih banyak pilihan ketika berada di Kota Solo.

Selain wisata halal, Respati juga menyampaikan arah pengembangan pariwisata Solo yang tidak hanya mengandalkan wisata kuliner. Pemkot mulai melihat wellness tourism sebagai sektor yang dapat memperpanjang waktu tinggal wisatawan.

“Di Solo ini selalu dibilang kota kuliner. Tapi kita perlu tambah supaya length of stay bertambah,” jelasnya.

Pengembangan berbagai jenis wisata tersebut diharapkan membuat kunjungan wisatawan ke Solo tidak berhenti pada aktivitas singkat. Dengan semakin beragamnya destinasi dan layanan, peluang belanja wisatawan juga dapat semakin besar.

Langkah itu sekaligus menjadi bagian dari strategi Pemkot Surakarta dalam memperkuat ekonomi daerah melalui sektor pariwisata, UMKM dan ekonomi syariah.

 

Redaktur : Silvia Agnes

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here