Home Berita Dari Racikan Es Teler ke Pesan Keselamatan, Cara Unik Polres Sragen Isi...

Dari Racikan Es Teler ke Pesan Keselamatan, Cara Unik Polres Sragen Isi Ramadan

129
0

lingkarsolo.com – Menjelang waktu berbuka puasa, kawasan Alun-Alun Kabupaten Sragen dipadati warga yang tengah ngabuburit. Jum’at (27/02/26) sore, suasana tak hanya dipenuhi aktivitas menanti azan, tetapi juga semarak kebersamaan antara masyarakat dan jajaran Polres Sragen yang menghadirkan kegiatan berbeda dari biasanya.

Mengusung konsep Art Policing, kegiatan bertajuk Mixology Es Teler Presisi 1.000 Cup dengan tema “Menebar Kebaikan Mewujudkan Keselamatan” menjadi daya tarik utama. Bukan sekadar pembagian takjil, acara ini memadukan unsur seni, pelayanan publik, dan edukasi keselamatan berlalu lintas dalam satu rangkaian kegiatan Ramadan.

Acara diawali penampilan energik Band Samstar yang sukses menghidupkan suasana alun-alun. Alunan musik membuat warga semakin antusias, sementara pembawa acara menyapa pengunjung dan menciptakan keakraban. Nuansa hangat terasa ketika anggota kepolisian berbaur tanpa sekat bersama masyarakat.

Perhatian pengunjung kemudian tertuju pada atraksi peracikan es teler secara langsung. Kapolres Sragen, Dewiana Syamsu Indyasari, didampingi Kasat Lantas Kukuh Tirto Satria Leksono, tampil di hadapan warga untuk meracik minuman berbuka tersebut. Dengan gerakan terukur, keduanya mencampurkan santan, alpukat, nangka, kelapa muda, aneka buah segar, serta es batu dalam takaran yang presisi.

Kapolres menjelaskan bahwa setiap bahan memiliki makna tersendiri. “Es teler ini spesial karena mengandung filosofi. Alpukat melambangkan kedewasaan dan kelembutan dalam bertugas. Nangka dengan aroma khasnya menggambarkan ketegasan dan karakter yang kuat. Kelapa muda melambangkan fleksibilitas serta sikap dinamis dalam menghadapi situasi yang terus berkembang,” terang Dewiana.

Ia menambahkan, santan gurih menjadi simbol kehangatan pelayanan kepolisian. Buah-buahan segar mencerminkan kondisi prima saat berkendara. Takaran yang presisi menggambarkan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas. Sementara es batu diibaratkan sebagai pendingin dalam setiap dinamika tugas.

Sebanyak 1.000 cup Es Teler Presisi dibagikan langsung kepada masyarakat. Bhayangkari Cabang Sragen turut terlibat dalam proses penyajian, memperkuat suasana kekeluargaan. Anak-anak hingga orang dewasa mengantre dengan tertib untuk mendapatkan takjil tersebut.

“Manisnya pas, gurihnya pas, dinginnya pas, insya Allah gizinya juga pas,” ujar Kapolres sambil tersenyum, menggambarkan harapan agar pelayanan kepolisian juga terasa seimbang dan menenangkan.

Kegiatan ini bukan hanya soal minuman berbuka. Di balik racikan es teler, terselip pesan tentang pentingnya keselamatan dan kedisiplinan berlalu lintas. Melalui pendekatan humanis di ruang publik, kepolisian ingin menunjukkan bahwa kehadiran mereka tidak semata menjaga keamanan, tetapi juga menebar kebaikan.

Ramadan di Sragen pun terasa lebih berwarna. Di tengah musik, canda, dan es teler presisi, tersampaikan pesan sederhana namun bermakna: keselamatan adalah tanggung jawab bersama.

Redaktur : Silvia Agnes

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here