lingkarsolo.com – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sragen menggelar Resepsi Puncak Satu Abad Nahdlatul Ulama dengan tasyakuran 1.000 tumpeng di GOR Diponegoro Sragen, Sabtu (31/1/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Harlah ke-100 NU versi Masehi, mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Mulia.”
Sejak pagi hari, ribuan warga Nahdliyin dari berbagai wilayah di Kabupaten Sragen memadati lokasi acara. Berdasarkan pantauan panitia, jumlah jamaah yang hadir mencapai lebih dari 15 ribu orang, melebihi jumlah undangan yang telah disiapkan.
Ketua PCNU Kabupaten Sragen, Sriyanto, mengaku terharu melihat antusiasme dan kekompakan warga NU dalam resepsi satu abad tersebut. Menurutnya, kebersamaan yang ditunjukkan menjadi kekuatan besar NU dalam memasuki abad kedua perjalanannya.
“Alhamdulillah, NU Sragen sangat kompak. Yang hadir jauh melebihi undangan. Bahkan jumlah tumpeng yang terkumpul mencapai 1.134,” ujar Sriyanto.
Ia menjelaskan, tumpeng bukan sekadar simbol perayaan, melainkan wujud rasa syukur sekaligus nilai kebersamaan. Tumpeng, mengajarkan makna keseimbangan dan gotong royong.
“Kekuatan itu tidak lahir dari satu puncak, tetapi dari banyak yang menopang. Itulah filosofi tumpeng” jelasnya.
Sriyanto menambahkan, tantangan NU ke depan akan semakin kompleks, baik dari sisi internal maupun eksternal organisasi. Terlebih di era digital, dinamika sosial kerap diwarnai kegaduhan informasi. Ia berharap NU semakin dewasa, arif, dan kokoh dalam mengawal bangsa menuju peradaban yang mulia.
Sementara itu, Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan ucapan selamat atas peringatan satu abad NU. Ia mengajak seluruh elemen NU menjadikan momentum ini tidak hanya sebagai seremoni, tetapi juga sebagai langkah bersama untuk menatap masa depan.
“Peringatan satu abad NU ini harus menjadi momentum untuk melangkah ke depan, maju bersama, dan bersinergi dalam membangun Sragen,” ungkap Bupati Sigit.
Redaktur : Silvia Agnes








