Home Berita Rencana Geothermal Jenawi Diprotes, Massa Teken Petisi Selamatkan Gunung Lawu

Rencana Geothermal Jenawi Diprotes, Massa Teken Petisi Selamatkan Gunung Lawu

159
0

lingkarsolo.com – Gelombang penolakan terhadap rencana proyek geothermal di kawasan Jenawi, lereng Gunung Lawu, kembali mencuat. Sejumlah elemen masyarakat mendatangi Kantor Setda Karanganyar pada Jumat (13/2/2026) untuk menyampaikan aspirasi secara terbuka dan damai.

Aksi berlangsung tertib tanpa orasi maupun pengeras suara. Massa memilih membubuhkan tanda tangan di atas lembar petisi yang dibentangkan sebagai simbol komitmen menjaga kelestarian alam Lawu. Kawasan pegunungan tersebut selama ini dikenal sebagai daerah tangkapan air penting yang menyuplai kebutuhan masyarakat Karanganyar hingga Solo Raya.

Beragam unsur ikut terlibat dalam aksi tersebut, mulai dari tokoh agama, pegiat lingkungan, komunitas pecinta alam, petani, pemuda, hingga organisasi kemasyarakatan. Mereka menyuarakan kekhawatiran terhadap potensi dampak lingkungan apabila proyek panas bumi tetap dijalankan di wilayah lereng Lawu.

Salah satu aktivis Jaga Lawu, Aan Shopuanudin, menegaskan bahwa sikap penolakan sudah disampaikan sejak awal wacana proyek mencuat. Ia menilai eksploitasi panas bumi berisiko memengaruhi keseimbangan ekosistem, terutama terkait ketersediaan air.

“Kebutuhan air untuk operasional geothermal sangat besar. Jika tidak dikaji matang, dampaknya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.

Menurut Aan, gerakan yang dilakukan saat ini masih mengedepankan jalur dialog dan komunikasi dengan pemerintah daerah. Namun, konsolidasi lintas elemen terus diperkuat sebagai bentuk kesiapsiagaan apabila aspirasi warga tidak mendapatkan respons jelas. Ia juga menyebut dukungan dari sejumlah organisasi tingkat nasional turut menambah semangat masyarakat dalam menjaga kelestarian Lawu.

Selain isu lingkungan, warga juga menyoroti pentingnya mempertimbangkan aspek sosial dan budaya. Gunung Lawu tidak hanya dipandang sebagai kawasan alam, tetapi juga memiliki nilai historis dan spiritual bagi sebagian masyarakat. Karena itu, setiap rencana pembangunan dinilai perlu melibatkan partisipasi publik secara transparan.

Usai aksi, perwakilan massa diterima audiensi oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Karanganyar, Sunarno. Dalam pertemuan tersebut, aktivis mempertanyakan kabar mengenai kemungkinan proyek geothermal kembali masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional.

Menanggapi hal itu, Sunarno menyampaikan bahwa berdasarkan informasi yang diterimanya, proyek geothermal di kawasan Lawu sudah tidak lagi tercantum dalam daftar PSN sejak beberapa tahun terakhir. Meski demikian, ia berjanji akan menyampaikan hasil audiensi kepada pimpinan daerah untuk memastikan perkembangan terbaru.

Sunarno mengatakan, pemerintah daerah memiliki komitmen yang sama dalam menjaga kelestarian lingkungan. Gunung Lawu, menurutnya, merupakan kawasan vital yang keberlanjutannya harus dijaga bersama karena menyangkut kebutuhan air dan kehidupan masyarakat luas.

Oleh : Widodo

Redaktur : Silvia Agnes

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here