LINGKARSOLO, SURAKARTA – Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Program Khusus SMP Negeri 24 dan SMP Negeri 25 Surakarta Tahun 2026 berlangsung ketat. Dari ratusan peserta yang mengikuti tahapan seleksi, nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) tertinggi tercatat mencapai 190 dari skala 200.
Hasil seleksi tersebut diumumkan langsung oleh Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, di hadapan para orang tua calon murid dan jajaran Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Rabu (3/6/2026). Program khusus yang digagas Pemerintah Kota Surakarta itu menjadi salah satu jalur pendidikan negeri yang paling diminati masyarakat pada tahun ini.
Berdasarkan data yang dipaparkan, sebanyak 418 calon murid mengikuti proses seleksi. Dari jumlah tersebut, 314 peserta berasal dari Kota Surakarta, sedangkan 104 lainnya berasal dari luar daerah. Mereka harus melalui beberapa tahapan, mulai dari tes psikologi, pengukuran ketahanan belajar, wawancara orang tua, hingga tes kemampuan akademik.
Persaingan yang terjadi cukup tinggi. Selain nilai TKA tertinggi mencapai 190, rata-rata nilai TKA peserta yang diterima berada di angka 160. Sementara untuk aspek intelektual, nilai IQ tertinggi mencapai 136, dengan rata-rata IQ peserta sebesar 112.
Respati mengatakan, capaian tersebut menunjukkan kualitas peserta yang mengikuti seleksi program khusus cukup baik. Menurutnya, hasil itu sekaligus menjadi gambaran bahwa sekolah negeri di Surakarta semakin mendapat kepercayaan dari masyarakat.
“Ini menjadi transformasi pendidikan negeri di Kota Surakarta. Kami mengapresiasi para orang tua yang memberikan perhatian besar terhadap pendidikan anak-anaknya,” ujar Respati.
Ia menjelaskan, program khusus tersebut tidak hanya menyeleksi peserta didik, tetapi juga menyiapkan tenaga pendidik terbaik. Dari sekitar 1.000 guru SMP negeri di Kota Surakarta, hanya 22 guru yang dipilih melalui serangkaian tes dan penilaian kompetensi untuk mengajar pada program tersebut.
“Guru yang mengajar merupakan guru-guru pilihan. Kami mengambil tenaga pendidik terbaik untuk mendampingi anak-anak yang lolos seleksi,” katanya.
Program khusus SMP Negeri 24 dan SMP Negeri 25 juga menerapkan sistem pembelajaran berbeda dibanding kelas reguler. Salah satu konsep yang digunakan adalah moving class, di mana siswa berpindah ruang belajar sesuai mata pelajaran yang diikuti. Selain itu, tersedia kelas-kelas tematik yang dirancang untuk mendukung pengembangan kemampuan akademik peserta didik.
Meski hasil seleksi telah diumumkan, Pemerintah Kota Surakarta memastikan proses evaluasi masih terus berjalan. Respati menegaskan, masyarakat tetap dapat menyampaikan aduan maupun sanggahan apabila menemukan hal yang perlu diklarifikasi.
“Kami akan membuka data seluas-luasnya. Semua masukan dan sanggahan dari masyarakat akan ditindaklanjuti agar proses seleksi benar-benar transparan,” tegasnya.
Menurut Respati, beberapa orang tua telah menyampaikan pertanyaan terkait hasil seleksi. Karena itu, pemerintah akan melakukan verifikasi terhadap seluruh laporan yang masuk untuk memastikan tidak ada kekeliruan dalam proses penerimaan.
Dari hasil akhir seleksi, masing-masing sekolah menerima 75 murid. Dengan demikian, total terdapat 150 peserta didik yang diterima pada Program Khusus SMP Negeri 24 dan SMP Negeri 25 Surakarta Tahun 2026.
Walikota Surakarta berharap program ini menjadi model pendidikan unggulan yang mampu meningkatkan kualitas sekolah negeri sekaligus membuka akses pendidikan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat.
Redaktur : Silvia Agnes








