LINGKARSOLO, SRAGEN – Kasus penemuan dompet yang sempat ramai diperbincangkan di media sosial akhirnya mendapat penjelasan dari pihak kepolisian. Polsek Sumberlawang turun tangan melakukan penyelidikan setelah beredar video di facebook dan instagram yang menyebut adanya dugaan pemerasan oleh pasangan suami istri penemu dompet terhadap pemiliknya.
Kapolsek Sumberlawang AKP Sudarmaji bersama anggota langsung melakukan penelusuran dan klarifikasi kepada pihak-pihak yang terlibat pada Selasa (9/6/2026). Hasilnya, polisi menemukan sejumlah fakta yang melatarbelakangi kejadian tersebut.
Peristiwa bermula pada Minggu (7/6/2026) sekitar pukul 14.30 WIB. Ahmad Bahru datang ke Alfamart di Desa Mojopuro, Kecamatan Sumberlawang, bersama istri dan anaknya untuk berbelanja. Sebelum masuk ke minimarket, ia sempat memastikan dompetnya masih berada di saku.
Namun saat hendak melakukan pembayaran di kasir, Ahmad terkejut karena dompet yang dibawanya sudah tidak ada. Ia kemudian mencari di sekitar lokasi dan menanyakan kepada warga yang berada di area parkir. Upaya pencarian juga dibantu dengan pengecekan rekaman CCTV minimarket.
Dari hasil rekaman tersebut diketahui bahwa dompet milik Ahmad ditemukan oleh pasangan suami istri penjual somay, Inisial DS dan S. Setelah mendapatkan petunjuk itu, Ahmad berusaha mencari keberadaan keduanya hingga akhirnya menemukan mereka saat berjualan di lingkungan MIN 5 Sragen, Desa Hadiluwih, Kecamatan Sumberlawang.
Saat bertemu, Ahmad menanyakan keberadaan dompetnya. Pasangan suami istri tersebut mengakui menemukan dompet tersebut setelah diperlihatkan rekaman CCTV. Namun dalam pertemuan itu belum terjadi kesepakatan terkait pengembalian dompet.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh polisi, sempat muncul pembicaraan mengenai imbalan atas penemuan dompet tersebut. Ahmad mengaku hanya memiliki uang tunai Rp400 ribu yang berada di dalam dompet ditambah uang pribadinya Rp10 ribu. Meski demikian, perbedaan pandangan antara kedua pihak membuat persoalan tersebut tidak langsung selesai.
“Iya benar menemukan dompet tersebut dan sudah menyerahkan beberapa kartu identitas milik pemiliknya,” ujar S saat memberikan keterangan kepada petugas.
Empat dokumen penting yang telah diserahkan kepada Ahmad antara lain KTP, kartu BPJS, kartu karyawan, dan Kartu Keluarga Sejahtera. Sementara dompet beserta isi lainnya belum kembali ke tangan pemilik.
Dalam penyelidikan yang dilakukan polisi, S menjelaskan bahwa dompet tersebut sempat dibawa pulang. Namun ia mengaku dompet itu terjatuh dari gerobak somay saat perjalanan pulang menuju rumahnya di wilayah Desa Cepoko.
Di sisi lain, Ahmad akhirnya memilih mengikhlaskan uang yang ada di dalam dompet tersebut setelah mengetahui kondisi ekonomi keluarga penemu dompet serta kondisi kejiwaan S.
“Setelah mengetahui kondisi yang bersangkutan, saya mengikhlaskan uang tersebut,” kata Ahmad kepada petugas.
Polisi kemudian melakukan pengecekan lokasi, meminta keterangan kedua belah pihak, berkoordinasi dengan perangkat desa dan ketua RT setempat, serta melakukan pencarian di jalur yang diduga menjadi lokasi jatuhnya dompet. Hingga Selasa siang, dompet yang berisi STNK dan sejumlah uang tunai itu masih belum ditemukan. Ahmad juga telah menghapus video yang sebelumnya diunggah ke grup Facebook Sragen.
Redaktur : Silvia Agnes









