Home Berita Taman Sriwedari Solo Disiapkan Kembali ke Akar Sejarah, Konsep Kebon Rojo Pakubuwono...

Taman Sriwedari Solo Disiapkan Kembali ke Akar Sejarah, Konsep Kebon Rojo Pakubuwono X Jadi Acuan

79
0

LINGKARSOLO, SURAKARTA – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo ingin menghidupkan kembali identitas historis Taman Sriwedari melalui penataan kawasan yang mengacu pada konsep Kebon Rojo pada masa Pakubuwono X. Revitalisasi dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kemampuan anggaran daerah.

Wali Kota Solo, Respati Ardi, menyampaikan rencana tersebut saat meninjau pekerjaan revitalisasi Segaran Sriwedari, Kamis (15/10/2026). Ia menjelaskan, pembenahan Segaran menjadi bagian dari rencana penataan kawasan Sriwedari secara menyeluruh.

Pemkot Solo tidak hanya berfokus pada Segaran, tetapi juga menyiapkan pembenahan taman yang dihuni kijang serta penataan area di sekitar kawasan. Langkah tersebut diharapkan membuat lingkungan Sriwedari lebih tertata sekaligus memperkuat karakter kawasan bersejarah itu.

Respati mengatakan, pelaksanaan revitalisasi perlu disesuaikan dengan kapasitas fiskal daerah. Karena itu, pengerjaan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kemampuan anggaran yang tersedia.

“Jadi revitalisasi Segaran ini menjadi salah satu bagian dari keseluruhan revitalisasi Taman Sriwedari. Memang dengan kapasitas fiskal kita, kita lakukan secara perlahan,” ujar Respati.

Ia berharap penataan tersebut dapat mengembalikan konsep Sriwedari seperti pada masa Pakubuwono X. Menurutnya, upaya itu menjadi bagian penting untuk menghadirkan kembali identitas kawasan yang memiliki nilai sejarah bagi Kota Solo.

“Serta tentu konsepnya akan mengembalikan Taman Sriwedari menjadi Taman Kebon Rojo Pakubuwono X. Semoga bisa terwujud dengan lancar aman,” tambahnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Solo, Nur Basuki, menjelaskan pekerjaan revitalisasi Segaran telah dimulai sejak tahun lalu. Pada tahap awal, pengerjaan dipusatkan di bagian tengah kawasan.

Sementara pada 2026, pekerjaan dilanjutkan dengan menyelesaikan perbaikan seluruh talud Segaran. Penataan kawasan juga akan berlanjut pada tahun depan sesuai dengan rencana induk atau master plan yang telah disiapkan Pemkot Solo.

Nur Basuki mengungkapkan, salah satu rencana berikutnya adalah membuka pagar di bagian depan agar kawasan Sriwedari lebih terlihat dari luar. Selain itu, area pedagang di sekitar lokasi akan dipusatkan di tempat khusus dengan konsep penataan yang lebih teratur.

“Nanti PKL-nya kita buat mirip relokasi Manahan tapi lebih kecil dan tertata,” jelasnya.

 

Redaktur : Silvia Agnes

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here