Home Berita Festival Budaya Purwodiningratan 2026 Hadirkan Gejog Lesung hingga Bazar UMKM

Festival Budaya Purwodiningratan 2026 Hadirkan Gejog Lesung hingga Bazar UMKM

83
0

LINGKARSOLO, SURAKARTA – Warga Kelurahan Purwodiningratan, Kota Surakarta, memiliki kesempatan untuk menikmati beragam pertunjukan seni dan hiburan rakyat melalui Festival Budaya Pesona Purwo Gumregah 2026. Acara yang berlangsung pada 25–31 Oktober 2026 ini digelar di sepanjang Jalan Suryo Purwodiningratan.

Festival tersebut menghadirkan sejumlah agenda, mulai dari pertunjukan Gejog Lesung, seni tari, Keroncong Purwonada, hingga Lomba Kostum Jadoel. Masyarakat juga dapat menikmati hiburan orkes musik OM Latansa dan mengunjungi Bazar UMKM yang melibatkan pelaku usaha lokal.

Salah satu kesenian yang menjadi bagian penting dalam festival ini adalah Gejog Lesung. Kesenian tradisional Jawa tersebut menggunakan lesung dan alu sebagai alat untuk menghasilkan irama. Pertunjukan ini sekaligus menjadi pengingat terhadap kehidupan masyarakat pada masa lalu yang lekat dengan aktivitas pertanian.

Melalui pengenalan kesenian tradisional, festival ini menjadi ruang untuk mendekatkan warisan budaya kepada generasi muda. Tradisi lokal diharapkan tidak hanya dikenal sebagai peninggalan masa lalu, tetapi juga tetap hidup melalui partisipasi masyarakat.

Selain pertunjukan seni, kegiatan ini turut menghadirkan Grebeg Tumpeng yang menambah kekhasan perayaan budaya. Berbagai agenda tersebut dirancang untuk memberikan ruang bagi warga dalam mengekspresikan kreativitas sekaligus memperkuat hubungan sosial di lingkungan masyarakat.

Sektor ekonomi kerakyatan juga mendapat tempat melalui Bazar UMKM. Kehadiran bazar menjadi kesempatan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah untuk mengenalkan produk mereka kepada pengunjung. Dengan demikian, festival tidak hanya berfokus pada pelestarian budaya, tetapi juga membuka peluang pemasaran bagi usaha lokal.

Lurah Purwodiningratan, Samsul Haqiqi, bersama panitia yang diketuai Elham Nur Fatoni, menyelenggarakan kegiatan ini dengan mengangkat slogan “Gumregah Budayane, Lestari Tradisine, Guyub Masyarakate!”

Slogan tersebut membawa pesan tentang pentingnya menghidupkan kebudayaan, mempertahankan tradisi, serta menjaga kerukunan warga. Keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting agar festival dapat menjadi kegiatan bersama, bukan sekadar pertunjukan hiburan.

Melalui perpaduan kesenian tradisional, hiburan rakyat, dan pemberdayaan UMKM, kegiatan ini menjadi salah satu upaya menjaga identitas budaya lokal di tengah perkembangan zaman.

 

Redaktur : Silvia Agnes

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here