Home Berita Hadapi Bonus Demografi 2030, Pemkot Solo Perkuat Pembinaan Remaja Lewat BRUS dan...

Hadapi Bonus Demografi 2030, Pemkot Solo Perkuat Pembinaan Remaja Lewat BRUS dan BRUN

63
0

LINGKARSKOLO, SURAKARTA – Sebanyak 6.500 siswa di Kota Solo telah mengikuti pembinaan melalui program Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS). Program ini menjadi salah satu upaya menyiapkan generasi muda agar memiliki karakter kuat, pemahaman agama yang baik, dan mampu menghadapi tantangan masa depan.

Program tersebut menjadi bagian dari kerja sama Pemerintah Kota (Pemkot) Solo dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Solo. Kesepakatan kedua pihak ditandatangani Wali Kota Solo Respati Ardi bersama Kepala Kantor Kemenag Solo Ahmad Ulin Nur Hafsun di Gedung Dakwah Mamba’ul ‘Ulum Solo, Rabu (14/10/2026).

Selain menyasar remaja usia sekolah, kerja sama ini mencakup Bimbingan Remaja Usia Nikah (BRUN). Program tersebut memberikan bekal bagi generasi muda yang akan memasuki kehidupan pernikahan, mulai dari kesiapan diri hingga pemahaman mengenai tanggung jawab dalam keluarga.

Kepala Kantor Kemenag Solo, Ahmad Ulin Nur Hafsun, menjelaskan bahwa pembinaan remaja dan penguatan keluarga membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Menurutnya, pemerintah memiliki tanggung jawab untuk mempersiapkan generasi penerus yang memiliki moral dan karakter baik.

“Kita di Solo Raya menganggap penting penandatanganan MoU terkait sinergi pembinaan remaja, bimbingan perkawinan, dan penguatan keluarga sakinah karena kita punya tanggung jawab moral menyiapkan generasi penerus bangsa yang berkarakter dan bermoral,” imbuhnya.

Ahmad menyebutkan, pelaksanaan BRUS di Solo telah menjangkau 25 sekolah pada jenjang SMP, SMA, dan SMK. Jumlah peserta yang telah memperoleh pembinaan mencapai sekitar 6.500 siswa.

Sementara itu, BRUN juga telah berjalan melalui kolaborasi dengan sejumlah perguruan tinggi. Melalui program ini, generasi muda diharapkan memahami bahwa membangun rumah tangga memerlukan kematangan, kemampuan berkomunikasi, serta kesediaan menjalankan tanggung jawab bersama.

Wali Kota Solo Respati Ardi menilai pembinaan tersebut semakin penting menjelang bonus demografi pada 2030. Dominasi penduduk usia muda dan produktif dinilai bisa menjadi modal pembangunan, tetapi juga berpotensi menimbulkan persoalan jika tidak disertai kesiapan mental dan moral.

“Namun ini seperti pedang bermata dua, jika kita tidak siapkan fundamental keimananan dan ketakwaan remaja, akan terjadi kriminalitas, degradasi keimanan dan lain-lain,” ujar Respati.

Ia mendorong generasi muda lebih aktif mengikuti kegiatan keagamaan. Menurutnya, pendekatan yang sesuai dengan perkembangan zaman diperlukan agar anak muda semakin dekat dengan nilai-nilai positif.

“Penting untuk menginstal, mengajak anak-anak muda kembali ke rumah ibadah supaya diisi keimanan dan ketakwaan,” paparnya.

Melalui kerja sama ini, pembinaan diharapkan tidak berhenti pada lingkungan sekolah, tetapi juga menjangkau persiapan kehidupan keluarga demi membangun generasi yang berkualitas.

 

Redaktur : Silvia Agnes

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here