Home Berita Estafet Tunas Kelapa 2026 Melintas Solo, Pramuka Perkuat Sinergi dan Semangat Kebangsaan

Estafet Tunas Kelapa 2026 Melintas Solo, Pramuka Perkuat Sinergi dan Semangat Kebangsaan

184
0

LINGKARSOLO, SURAKARTA – Estafet Tunas Kelapa (ETK) Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Surakarta Tahun 2026 kembali digelar. Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian menyambut Hari Pramuka ke-65 tingkat Jawa Tengah tersebut berlangsung selama dua hari, 1-2 September 2026.

ETK menjadi salah satu tradisi Gerakan Pramuka di Jawa Tengah. Kegiatan ini tidak hanya berupa perjalanan estafet membawa tunas kelapa, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antargenerasi sekaligus menumbuhkan semangat kebangsaan.

Tahun ini, ETK mengangkat motto “Satyaku Kudarmakan Darmaku Kubaktikan” dengan slogan “Bergerak Bersama Mewarnai Peradaban Bangsa”.

Untuk wilayah Kota Surakarta, perjalanan dimulai pada Selasa, 1 September 2026. Kwarcab Surakarta menerima estafet dari Karanganyar di Kampus 2 ISI Surakarta kawasan Ringroad sekitar pukul 15.00 WIB.

Estafet kemudian dilanjutkan Kwarran Jebres melalui sejumlah ruas jalan hingga berakhir di SD Marsudirini, Pasar Kliwon. Tunas kelapa selanjutnya bermalam di lokasi tersebut sebelum perjalanan diteruskan pada hari berikutnya.

Pada Rabu, 2 September 2026, estafet kembali bergerak mulai pukul 08.00 WIB. Kwarran Pasar Kliwon mengawali perjalanan dari SD Marsudirini menuju SMK Negeri 3 Surakarta untuk diserahkan kepada Kwarran Serengan.

Dari Serengan, perjalanan diteruskan menuju wilayah Laweyan. Setelah itu, estafet berpindah ke Kwarran Banjarsari dan melanjutkan perjalanan hingga Jembatan Sawahan. Selanjutnya, tunas kelapa dibawa menuju Boyolali dan diserahterimakan di Sawahan, Ngemplak, Boyolali.

Sekretaris Daerah Kota Surakarta Budi Murtono mengatakan, ETK dapat dimanfaatkan untuk memperkuat hubungan antara Pramuka, pemerintah daerah dan masyarakat.

“Jadikan kegiatan ini sebagai ajang silaturahmi dan perkuat sinergi dengan pemerintah daerah serta elemen masyarakat,” kata Budi.

Ia juga mengajak seluruh peserta menjalankan kegiatan tersebut dengan penuh tanggung jawab dan semangat.

“Mari kita jalankan ETK tahun 2026 ini dengan penuh rasa tanggung jawab, gembira dan dedikasi tinggi demi Jawa Tengah yang lebih maju, sejahtera dan bermartabat,” ujarnya.

Selain menjadi tradisi menyambut Hari Pramuka, ETK juga memiliki makna kesinambungan antargenerasi, untuk menanamkan kecintaan terhadap tanah air sekaligus melatih mental dan fisik anggota Pramuka.

Pelaksanaan ETK di Jawa Tengah terbagi dalam beberapa jalur. Untuk jalur timur, rute bergerak dari Sragen, Karanganyar, Surakarta, Boyolali hingga kemudian diserahterimakan dengan Kwarcab Kota Salatiga.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ETK juga dinilai berdasarkan sejumlah kategori, mulai dari penyelenggaraan terbaik, partisipasi masyarakat dan instansi, bakti masyarakat, hingga publikasi. Kwarcab yang memperoleh nilai tertinggi berkesempatan meraih predikat juara umum.

Puncak penghargaan ETK 2026 dijadwalkan menjadi bagian dari peringatan Hari Pramuka ke-65 tingkat Jawa Tengah di Banyumas.

 

Redaktur : Silvia Agnes

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here