Home Berita Pameran Museum Solo Masuk 9 Hotel, Respati Siapkan Paket Wisata hingga Target...

Pameran Museum Solo Masuk 9 Hotel, Respati Siapkan Paket Wisata hingga Target Wellness City 2030

156
0

LINGKARSOLO, SURAKARTA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta memperluas promosi wisata budaya dengan membawa koleksi Museum Radya Pustaka dan Museum Keris ke lingkungan perhotelan. Langkah ini tidak hanya mengenalkan sejarah Solo kepada wisatawan, tetapi juga menjadi bagian dari pengembangan paket wisata dan target wellness city pada 2030.

Pameran temporer dalam rangka Hari Museum Indonesia 2026 tersebut berlangsung pada 9–16 Oktober 2026 dengan melibatkan sembilan hotel di wilayah Solo Raya. Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, meninjau pameran di Solo Paragon Hotel pada Senin (12/10/2026).

Sembilan hotel yang terlibat yakni Solo Paragon, Megaland, The Alana, Lorin Solo, The Sunan, Sahid Jaya, Novotel, Harris Hotel & Convention Center, serta The Royal Surakarta Heritage.

Respati menilai, penempatan koleksi museum di hotel dapat menjadi cara baru untuk mempertemukan wisatawan dengan kekayaan budaya daerah. Terlebih, tidak semua pengunjung memiliki kesempatan untuk datang langsung ke museum selama berada di Kota Bengawan.

“Ini juga komitmen untuk melestarikan, memperkenalkan, dan memperluas akses masyarakat terhadap warisan budaya di Kota Surakarta,” ujar Respati.

Menurutnya, museum perlu dikembangkan agar tidak hanya menjadi tempat penyimpanan benda bersejarah. Koleksi yang dimiliki Museum Radya Pustaka dan Museum Keris juga berpotensi menjadi daya tarik wisata yang dikemas bersama layanan perhotelan dan aktivitas lainnya.

Respati pun mendorong penyusunan paket wisata yang menggabungkan kunjungan museum, pengalaman menginap, kuliner, hingga kegiatan wisata lain. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata diharapkan memfasilitasi pembahasan bersama Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) serta agen perjalanan untuk merancang rute kunjungan atau itinerary yang sesuai dengan kebutuhan wisatawan.

“Harus butuh experience tambahan. Hari ini kita memamerkan apa yang dimiliki museum untuk bisa singgah di hotel-hotel, mengenalkan bahwa ini experience baru,” katanya.

Ia menambahkan, paket wisata budaya perlu menawarkan pengalaman yang berbeda agar memiliki nilai jual lebih tinggi. Wisatawan tidak sekadar diajak melihat benda bersejarah, tetapi juga mendapatkan pengalaman yang berkaitan dengan identitas dan perjalanan sejarah Kota Surakarta.

Respons wisatawan mancanegara terhadap koleksi yang dipamerkan juga menjadi perhatian. Respati menyebut, pihaknya menerima laporan adanya wisatawan asal Eropa yang antusias melihat koleksi keris di Solo Paragon Hotel.

Pengalaman tersebut dinilai dapat menjadi peluang untuk memperluas promosi budaya Solo ke pasar internasional.

Di sisi lain, Pemkot Surakarta juga menyiapkan penguatan kolaborasi dengan industri perhotelan untuk menyusun kalender kegiatan atau event 2027. Penyelarasan agenda kota dengan program masing-masing hotel diharapkan membantu promosi wisata lebih terarah dan menjangkau pasar yang sesuai.

Pengembangan pariwisata turut diarahkan pada konsep wellness tourism atau wisata kebugaran dan kesejahteraan. Respati mengungkapkan, berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), terdapat 252 usaha di bidang wellness di Surakarta, mulai dari klinik kecantikan, spa, layanan perawatan, hingga penyedia makanan sehat.

Potensi itu akan dikombinasikan dengan wisata budaya, kuliner, dan belanja untuk memperkaya pilihan kegiatan bagi pengunjung.

Selain promosi melalui hotel, Pemkot Surakarta juga merencanakan revitalisasi Museum Radya Pustaka dan Museum Keris dengan dukungan Kementerian Kebudayaan. Pembaruan tersebut akan membuat tampilan museum lebih menarik sekaligus meningkatkan minat kunjungan.

Respati optimistis, penguatan museum, promosi budaya, serta kolaborasi dengan pelaku usaha pariwisata dapat saling mendukung menuju target wellness city 2030.

“Semoga ini menular dan menarik turis juga. Saya optimistis 2030, wellness tourism akan banyak mendatangkan wisatawan dari mancanegara,” pungkasnya.

 

Redaktur : Silvia Agnes

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here