LINGKARSOLO, SURAKARTA – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap I Tahun Anggaran 2026 di Kota Surakarta resmi berakhir pada Rabu pagi (11/3/2026). Penutupan kegiatan dilaksanakan melalui upacara di halaman SD Negeri Mijipinilihan Surakarta, Kelurahan Joyotakan, Kecamatan Serengan.
Sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Surakarta turut hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Sekretaris Daerah Kota Surakarta Budi Murtono, Ketua Pengadilan Negeri Surakarta Achmad Satibi, serta perwakilan TNI dan Polri.
Dalam amanat Pangdam yang dibacakan Komandan Kodim 0735/Surakarta, Letkol Inf Arief Handoko Usman, S.H, disampaikan bahwa hasil pembangunan melalui program TMMD perlu dijaga bersama. Masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan fasilitas yang telah dibangun sekaligus merawatnya agar memberi manfaat dalam jangka panjang. Selain itu, setiap satuan tugas diminta melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program agar kegiatan serupa di masa mendatang dapat berjalan lebih baik.
Sekretaris Daerah Kota Surakarta, Budi Murtono, menjelaskan bahwa pelaksanaan TMMD Sengkuyung Tahap I di wilayah Surakarta difokuskan pada pembangunan infrastruktur dasar yang langsung menyentuh kebutuhan warga.
Salah satu proyek utama dalam program tersebut adalah perbaikan saluran drainase di Jalan Kahayan dan Jalan Karandan, Kelurahan Joyotakan. Saluran air yang dibangun memiliki panjang sekitar 327 meter menggunakan konstruksi U-ditch berukuran 80 x 80 sentimeter. Pembangunan ini diharapkan mampu memperbaiki sistem drainase dan mengurangi potensi genangan di kawasan tersebut.
Ditemui di sela-sela kegiatan, Komandan Kodim 0735/Surakarta, mengatakan seluruh pekerjaan dalam program TMMD telah selesai sesuai target.
“Pelaksanaan TMMD dapat ditutup dengan hasil 100 persen. Pembangunan saluran air sepanjang 327 meter sudah selesai,” ujarnya.
Letkol Inf Arief Handoko Usman menjelaskan, sebelum saluran diperbaiki, kawasan tersebut sering mengalami genangan ketika hujan turun. Ketinggian air bahkan bisa mencapai 20 hingga 30 sentimeter.
“Setelah pembangunan selesai, kami sudah melakukan pengecekan dan tidak ada lagi genangan air,” katanya.
Selain pembangunan drainase, pada proyek tersebut juga dibuat titik kontrol setiap 50 meter. Titik ini berfungsi untuk memudahkan perawatan saluran sehingga kondisi drainase dapat terus terjaga.
Tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, TMMD juga menghadirkan berbagai kegiatan nonfisik. Masyarakat mendapat penyuluhan tentang wawasan kebangsaan, penguatan nilai Pancasila, serta edukasi bela negara.
Program lain yang dilaksanakan antara lain penyuluhan kesehatan keluarga dan pencegahan stunting, sosialisasi keamanan dan ketertiban masyarakat, serta kampanye bahaya narkoba. Ada pula edukasi tentang koperasi, mitigasi bencana banjir dan kebakaran, hingga pembagian bantuan sembako bagi warga di sekitar lokasi kegiatan.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, TMMD diharapkan tidak hanya memperbaiki infrastruktur, tetapi juga memperkuat kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan dan meningkatkan kualitas hidup bersama.
Redaktur : Silvia Agnes








