Home Berita Solo Keroncong Festival 2026 Ditutup Megah, The Royal Surakarta Orchestra Jadi Penampilan...

Solo Keroncong Festival 2026 Ditutup Megah, The Royal Surakarta Orchestra Jadi Penampilan Puncak

93
0

LINGKARSOLO, SURAKARTA – Solo Keroncong Festival (SKF) 2026 resmi menutup rangkaian acara dengan suguhan musik yang semakin beragam di hari terakhir, Minggu (19/7/2026), di Alun-Alun Utara Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Sejumlah musisi dan kelompok keroncong tampil bergantian hingga ditutup penampilan megah The Royal Surakarta Orchestra yang menjadi puncak acara.

Penampilan pada malam terakhir diawali oleh perwakilan kecamatan. Kecamatan Jebres membuka panggung dengan sajian keroncong bernuansa khas daerah, kemudian dilanjutkan Kecamatan Serengan yang menghadirkan aransemen penuh semangat. Suasana semakin meriah saat Kecamatan Banjarsari tampil membawakan komposisi musik yang harmonis dan mampu menghibur para penonton.

Memasuki sesi berikutnya, panggung Solo Keroncong Festival menghadirkan kolaborasi Orkestra Keroncong SMA Pangudi Luhur Jakarta bersama Orkestra Keroncong Batavia Mood. Lima lagu dibawakan dengan sentuhan aransemen modern tanpa menghilangkan karakter musik keroncong yang menjadi identitas festival.

Suasana semakin hangat ketika Duo Wening & Jepank berkolaborasi bersama Hendri Lamiri. Mereka membawakan sejumlah lagu yang mengangkat identitas Kota Solo, salah satunya Solo Berseri, sehingga mendapat sambutan meriah dari masyarakat yang memadati lokasi acara.

Penampilan Joharini turut menambah warna pada malam penutupan. Aransemen yang dinamis membuat pertunjukan semakin variatif sebelum panitia menyerahkan sertifikat kepada seluruh penampil sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka dalam menyukseskan Solo Keroncong Festival 2026.

Memasuki puncak acara, The Royal Surakarta Orchestra tampil bersama Rozita Rohazad, Hendri Lamiri, dan Iksan Skuter. Kolaborasi tersebut menghadirkan sajian orkestra yang megah sekaligus menjadi penampilan yang paling dinantikan pada malam penutupan.

Musisi Iksan Skuter mengaku mendapat pengalaman baru saat tampil dalam Solo Keroncong Festival 2026.

“Suatu pengalaman yang menarik, karena pertama kali saya membawakan karya saya dalam format keroncong di Kota Solo,” ujarnya.

Ia berharap festival ini terus berkembang dan menjadi agenda budaya yang dinantikan masyarakat.

“Harapan saya, semoga acara ini menjadi acara tahunan dan berkembang menjadi kebanggaan Soloraya dan Indonesia,” katanya.

Penutupan festival dilakukan secara simbolis oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta, Maretha Dinar Cahyono, yang mewakili Wali Kota Surakarta.

“Harapannya, Solo Keroncong Festival dapat terus berlanjut dan berkembang di tahun-tahun mendatang, serta kembali hadir dengan lebih semarak pada SKF 2027 sebagai bagian dari upaya bersama melestarikan musik keroncong sebagai warisan budaya bangsa,” ujar Maretha.

Sebagai penampilan penutup, The Royal Surakarta Orchestra kembali memukau penonton lewat sajian orkestra khas Kota Solo yang dipadukan dengan sentuhan musik keroncong. Penampilan tersebut menjadi penanda berakhirnya Solo Keroncong Festival 2026 sekaligus memperkuat komitmen Kota Surakarta dalam menjaga, mengembangkan, dan memperkenalkan musik keroncong sebagai salah satu warisan budaya yang tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

 

Redaktur : Silvia Agnes

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here