Home Berita Festival Prehistory 2026 di Sangiran! Ratusan Pelajar Sragen Belajar Zaman Purba Bareng...

Festival Prehistory 2026 di Sangiran! Ratusan Pelajar Sragen Belajar Zaman Purba Bareng Peneliti 13 Negara

56
0

LINGKARSOLO, SRAGEN – Ratusan pelajar SMA dan SMK dari berbagai wilayah di Kabupaten Sragen mengikuti Festival Prehistory 2026 yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sragen di Museum Manusia Purba Sangiran, Kamis (7/5/2026). Kegiatan ini juga dihadiri peneliti dan mahasiswa arkeologi dari 13 negara.

Festival tersebut menjadi sarana belajar sejarah prasejarah dengan konsep berbeda. Para peserta tidak hanya mendapat penjelasan teori di dalam ruangan, tetapi juga praktik langsung mengenai kehidupan manusia purba di area luar museum. Mereka diajak mengenal cara hidup manusia masa lampau, mulai dari aktivitas sehari-hari hingga alat-alat yang digunakan pada zaman prasejarah.

Selain praktik lapangan, para siswa juga diberi kesempatan berdialog langsung dengan peneliti dan mahasiswa arkeologi dari berbagai negara. Suasana kegiatan terlihat interaktif karena peserta aktif bertanya mengenai sejarah manusia purba dan temuan arkeologi di Sangiran.

Kepala Museum Manusia Purba Sangiran, Haris Mahendra, mengatakan kegiatan Festival Prehistory menjadi wadah edukasi bagi generasi muda untuk lebih mengenal nilai-nilai prasejarah Nusantara.

“Festival Prehistory ini menjadi media edukasi dan penyampaian informasi tentang nilai prasejarah yang ada di Sangiran. Harapannya generasi muda Sragen semakin mengenal sejarah dan budaya bangsanya,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa Sangiran memiliki keterkaitan dengan situs prasejarah lain di Indonesia seperti Song Terus Pacitan dan Semedo Tegal. Menurutnya, ketiga situs tersebut menjadi bagian penting sejarah prasejarah Nusantara.

Haris menilai kegiatan ini tidak hanya soal edukasi, tetapi juga menjadi bentuk kolaborasi antara museum, pemerintah daerah, masyarakat, hingga dunia pendidikan. Ia berharap Festival Prehistory terus digelar secara berkelanjutan.

“Kalau saya menyebut ada tiga kata penting dalam kegiatan ini, yaitu edukasi, inovasi, dan kolaborasi,” katanya.

Sementara itu, perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sragen, Joni Adi Ariawan, menyebut Festival Prehistory rutin digelar sejak tahun 2022. Program tersebut kini menjadi salah satu kegiatan unggulan bidang kebudayaan di Sragen.

Menurutnya, metode belajar yang digunakan dibuat lebih santai dan menyenangkan agar mudah dipahami para pelajar. Para peserta juga diajak mengenal koleksi museum secara langsung melalui berbagai aktivitas lapangan.

“Anak-anak belajar tentang prasejarah dengan cara yang fun dan enjoy. Mereka bisa praktik langsung, menyentuh, dan merasakan pengalaman belajar sejarah secara berbeda,” jelasnya.

Joni menambahkan, kegiatan ini bertujuan membangun kepedulian generasi muda terhadap warisan budaya dunia yang ada di Sangiran. Ia berharap para pelajar Sragen semakin bangga terhadap sejarah daerahnya sendiri.

“Harapan kami, anak-anak muda ini nantinya menjadi penjaga warisan budaya melalui pengetahuan yang mereka pelajari hari ini,” pungkasnya.

 

Oleh : Widodo

Redaktur : Silvia Agnes

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here