Home Berita Museum Keris Nusantara Jadi Pilar Budaya Solo, Didorong Ikuti Perkembangan Era Digital

Museum Keris Nusantara Jadi Pilar Budaya Solo, Didorong Ikuti Perkembangan Era Digital

103
0

LINGKARSOLO, SURAKARTA – Pemerintah Kota Surakarta mendorong museum di Kota Solo tidak hanya menjadi tempat menyimpan benda bersejarah, namun juga berkembang menjadi ruang belajar, interaksi, penelitian, serta sarana masyarakat mengenal sejarah dan budaya.

Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, saat menghadiri Sosialisasi Penyebarluasan Informasi Koleksi “Morning Tea” sekaligus peringatan HUT ke-9 Museum Keris Nusantara di Museum Keris Nusantara Solo, Minggu (9/8/2026).

Astrid menyebut Museum Keris Nusantara memiliki peran penting dalam menjaga memori kolektif sekaligus memperkenalkan identitas budaya Indonesia kepada generasi muda.

“Keberadaan Museum Keris Nusantara memiliki peran yang sangat strategis dalam menjaga memori kolektif bangsa, sekaligus memperkenalkan identitas budaya Indonesia kepada generasi kini dan juga generasi masa depan,” ujar Astrid.

Menurutnya, keris tidak hanya menjadi benda pusaka atau senjata tradisional. Di dalamnya terdapat nilai sejarah, filosofi, spiritualitas, estetika, teknologi hingga perjalanan peradaban masyarakat Nusantara.

Karena itu, Astrid menilai pengelolaan museum perlu mengikuti perkembangan zaman. Koleksi harus dikemas lebih menarik agar museum dapat menjadi tempat edukasi yang dekat dengan pelajar dan generasi muda.

“Saya kira museum saat ini bukan hanya sekadar tempat untuk menyimpan koleksi-koleksi. Harapannya museum bisa menjadi ruang interaksi, edukasi, dan pembelajaran yang relevan di era digital,” katanya.

Pemkot Surakarta juga mendorong pemanfaatan teknologi, seperti barcode pada koleksi, agar pengunjung memperoleh informasi lebih lengkap. Pengembangan ruang pamer tematik, pendekatan imersif dan kecerdasan buatan atau AI juga dinilai dapat membuat museum lebih menarik.

Astrid menambahkan, pengembangan museum membutuhkan kolaborasi akademisi, sekolah, komunitas budaya, kolektor hingga generasi Z. Berbagai kegiatan seperti diskusi budaya, pameran tematik dan kelas edukasi dapat memperkuat fungsi museum sebagai ruang pengetahuan.

Penguatan museum, lanjutnya, sejalan dengan upaya menjadikan Solo sebagai center of knowledge. Museum Keris, Museum Tahir, Radya Pustaka dan museum lainnya dapat menjadi sumber pembelajaran sejarah dan budaya.

Masih dalam rangkaian kegiatan HUT ke-9 Museum Keris Nusantara, digelar juga Kirab Koleksi bertema “Arutala Vidya, Merawat Pusaka, Menjaga Peradaban”. Kirab dimulai dari Loji Gandrung menuju Museum Keris Nusantara dengan menampilkan sejumlah koleksi keris.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mengenalkan koleksi kepada masyarakat sekaligus mengajak publik menjaga nilai sejarah dan budaya yang terkandung dalam benda pusaka.

 

Redaktur : Silvia Agnes

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here