Home Berita Respati Ardi Targetkan Sampah Solo Berkurang 50 Persen, Warga Diminta Mulai dari...

Respati Ardi Targetkan Sampah Solo Berkurang 50 Persen, Warga Diminta Mulai dari Rumah

133
0

lingkarsolo.com – Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, menegaskan komitmennya untuk memperkuat penanganan sampah di Kota Bengawan dengan mendorong gerakan bersama yang dimulai dari sumbernya. Ia menilai persoalan sampah bisa menjadi ancaman serius apabila tidak dikelola secara terpadu dan melibatkan seluruh lapisan masyarakat.

Penegasan itu disampaikan Respati saat melakukan diskusi dan peninjauan di TPA Putri Cempo, Senin (23/2/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak warga memahami bahwa sistem pengelolaan sampah terbagi menjadi dua bagian, yakni hulu dan hilir, yang keduanya harus berjalan seimbang.

“Saya berharap kepada masyarakat untuk kita mulai dari dua sisi. Pengelolaan sampah itu ada di hulu dan hilir. Nah, di sini hilirnya menjadi tanggung jawab UPTD Pengelolaan Sampah di DLH, dan hulunya ini tanggung jawab semua masyarakat,” ujarnya.

Menurut Respati, langkah paling mendasar yang dapat dilakukan warga adalah memilah sampah sejak dari rumah. Pemisahan antara sampah organik dan nonorganik dinilai mampu mengurangi beban pengolahan di tempat pembuangan akhir sekaligus membuka peluang pemanfaatan ulang.

Ia menekankan bahwa peran pelaku usaha, pengurus RT/RW, hingga rumah tangga memiliki kontribusi besar dalam menekan volume sampah yang masuk ke TPA. Jika pemilahan dilakukan secara konsisten, jumlah sampah yang harus diproses di hilir dapat ditekan secara signifikan.

Pemerintah Kota Surakarta bahkan menargetkan pengurangan hingga 50 persen sampah yang masuk ke fasilitas pengolahan, termasuk Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Putri Cempo. Target tersebut akan dicapai melalui penguatan pengelolaan dari hulu, optimalisasi pemilahan, serta peningkatan partisipasi aktif masyarakat.

“Jadi ini kerja bersama. Intinya kami akan bertindak cepat dan mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengurangi sampah yang masuk ke TPA. Kita upayakan optimal untuk bisa mengurangi sampah masuk ke TPA karena kita juga akan segera melakukan penataan sampah yang lama,” jelasnya.

Respati juga mengingatkan pentingnya pengelolaan sisa makanan dan sampah organik secara mandiri, baik melalui komposting maupun metode lain yang ramah lingkungan. Menurutnya, kebiasaan sederhana tersebut dapat berdampak besar jika dilakukan secara kolektif.

“Kita memerlukan keterlibatan masyarakat yang aktif, baik di rumah tangga, pelaku usaha, dan semuanya. Ini harus ada pelibatan aktif. Saya mengajak semuanya, mari sama-sama mengurangi sampah, melakukan pemilahan, serta mengelola sampah organik dan sisa makanan dengan lebih baik di tingkat masing-masing,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Surakarta, Herwin Tri Nugroho, memastikan pihaknya segera menggencarkan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat. DLH akan kembali mengaktifkan program pemberdayaan agar warga semakin sadar bahwa setiap individu bertanggung jawab atas sampah yang dihasilkan setiap hari.

“Di hulu, kita akan gerakkan lagi pemberdayaan masyarakat: edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat bahwa kita semua mempunyai tanggung jawab terhadap penanganan sampah yang kita produksi sehari-hari, sehingga kita bisa melakukan penanganan dan pelayanan yang lebih baik,” pungkasnya.

 

Redaktur : Silvia Agnes

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here