Home Berita Bukan Sekadar Saluran Air, TMMD Serengan Juga Revitalisasi Rumah Warga

Bukan Sekadar Saluran Air, TMMD Serengan Juga Revitalisasi Rumah Warga

107
0

LINGKARSOLO, SURAKARTA – Pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap III Tahun Anggaran 2026 di Kelurahan Serengan, Kota Solo, tidak hanya menyasar pembangunan saluran air. Program tersebut juga menyentuh kebutuhan warga melalui revitalisasi rumah agar lebih layak dihuni.

Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani setelah menghadiri penutupan TMMD Sengkuyung di SMP Negeri 22 Surakarta, Kamis (13/8/2026). Usai upacara, Astrid melihat langsung hasil pembangunan di Kampung Makam Bergolo, Kelurahan Serengan.

Astrid mengaku mengikuti pelaksanaan program tersebut sejak awal hingga kegiatan berakhir. Menurutnya, hasil TMMD kali ini memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

“Alhamdulillah kami mengikuti sejak proses di pembukaan kegiatan sampai penutupan. Kami cukup terkesan karena tidak hanya pengerjaan saluran, tetapi ada juga satu rumah keluarga yang direvitalisasi sehingga bisa lebih layak untuk dihuni,” ujar Astrid.

Penataan kawasan tersebut, lanjut Astrid, bukan pekerjaan yang mudah. Kondisi lingkungan yang berada di sekitar bantaran sungai menjadi salah satu persoalan yang harus ditangani sebelum pembangunan dilakukan.

Hal senada disampaikan Dandim 0735/Surakarta Letkol Inf Arief Handoko Usman. Ia menyebut kondisi awal kawasan menjadi tantangan tersendiri, terutama saat proses perapian lingkungan.

Menurut Arief, terdapat sejumlah bangunan warga yang posisinya berada di sekitar bantaran sungai. Kondisi tersebut membuat proses penataan harus dilakukan dengan komunikasi dan pendekatan kepada masyarakat.

“Memang menjadi tantangan di awal, terutama saat proses perapian. Ada beberapa rumah yang posisinya menjorok ke area sungai. Kami kemudian melakukan sosialisasi dan pendekatan kepada masyarakat,” jelas Arief.

Pendekatan tersebut akhirnya membuat warga dapat menerima rencana penataan. Sejumlah bangunan yang berada di area bantaran sungai kemudian dibongkar untuk memberikan ruang bagi pembangunan dan perapian kawasan.

Arief menjelaskan, salah satu pekerjaan utama dalam TMMD tersebut adalah pembangunan saluran air. Saluran dibuat dengan konstruksi beton dan ditutup sehingga bagian atasnya dapat dimanfaatkan untuk mendukung penataan lingkungan.

Meski saluran ditutup, akses untuk pemeliharaan tetap diperhatikan. Bak kontrol dibuat di sejumlah titik agar saluran masih dapat diperiksa dan dibersihkan apabila dibutuhkan.

“Bukan berarti dicor kemudian tidak bisa diakses. Kami tetap berpikiran ke depan. Di beberapa meter dibuat bak kontrol sehingga ke depannya kalau ada pembersihan dan sebagainya, akses tetap bisa dilakukan,” katanya.

Menurut Arief, konsep tersebut disiapkan agar hasil pembangunan tidak hanya terlihat baik saat TMMD selesai, tetapi juga mudah dirawat dalam jangka panjang.

TMMD Sengkuyung Tahap III berlangsung selama 15 Juli hingga 13 Agustus 2026 di Kampung Makam Bergolo, Kelurahan Serengan. Selain pembangunan fisik, kegiatan tersebut juga diisi sejumlah program nonfisik untuk masyarakat.

“Harapannya pembangunan ini bisa berkelanjutan, benar-benar bisa dirawat dan bisa bermanfaat untuk masyarakat,” pungkas Arief.

 

Oleh : Agus Haryanto

Redaktur : Silvia Agnes

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here